fbpx
banner

YouTube Keluarkan Kebijakan Baru Soal Penggunaan Iklan di Video Musik

29 September 2019 | Musik
Youtube

Menembus jajaran video yang paling banyak ditonton dalam 24 jam pertama, kini telah menjadi barometer kesuksesan sebuah video. Tapi raksasa streaming video YouTube menetapkan kebijakan baru untuk penayangan lewat iklan di tengah maraknya laporan tentang eksekutif rekaman yang mengeksploitasi fitur ini demi mendorong jumlah tontonan video musik mereka. 

Penayangan lewat iklan tidak akan lagi dimasukkan dalam perhitungan YouTube Music Charts, dan peringkat artis sekarang akan ditentukan oleh pemutaran organik. Selain itu, platform milik Google ini mengubah metodologi untuk menentukan video mana yang memenuhi syarat untuk masuk daftar video terlaris dalam 24 jam.

Sekarang, video yang dianggap layak adalah video yang memiliki jumlah tontonan tertinggi dari sumber organik dalam 24 jam pertama sejak video dirilis ke publik, menurut keterangan resmi tertulis dari YouTube

Sumber organik ini termasuk tautan langsung ke video, hasil pencarian, situs eksternal yang menyantumkan video dan fitur YouTube seperti beranda, tonton nanti dan Trending.

Namun, penayangan lewat iklan akan tetap berkontribusi pada jumlah penayangan video yang berada di luar kategori Music Charts dan terlaris dalam 24 jam. Menurut seorang juru bicara YouTube (via Forbes), iklan berbayar selalu dihitung sebagai satu view

Tidak sulit memasukkan video yang diiklankan ke dalam hitungan views. Kalau viewers memilih untuk tidak melewati iklan, perhitungan view video YouTube akan ditambahkan saat viewers menonton 30 detik dari iklan video (atau sepanjang durasi iklan kalau kurang dari 30 detik), menurut halaman Bantuan di Youtube. Views juga dihitung saat seseorang berinteraksi dengan iklan video atau mengeklik iklan penemuan video TrueView. 

Baca Juga:  Tahun Ini Cassette Store Day Kembali Digelar di Yogyakarta

Program iklan berbayar YouTube menghadapi beberapa kontroversi pada musim panas ini. Bulan Juli lalu, rapper asal India, Badshah tampak mengalahkan BTS sebagai debut 24 jam terbesar dengan 75 juta views dalam sehari. Itu ternyata didapat dengan cara yang tidak sehat, karena video musik “Paagal” miliknya didorong oleh penayangan lewat iklan.

Sang rapper—yang masuk dalam daftar selebriti India terkaya 2018 versi Forbes—mengonfirmasi menggunakan jasa iklan berbayar lewat Instagram Story-nya. “Kami bekerja keras untuk ini, mempromosikannya ke seluruh dunia,” tulisnya. “Kami membeli iklan di seluruh dunia agar orang-orang bisa melihat video ini di seluruh dunia. … Kalian pikir artis luar negeri tidak membayar untuk promosi? Apakah kalian begitu naif?”

Video musik Badshah saat ini memiliki hampir 159 juta views, tetapi tidak jelas berapa banyak views yang didapat berkat penayangan lewat iklan. Juru bicara YouTube mengatakan, platform jejaring video ini tidak mengomentari sumber view yang spesifik untuk video.

Baca Juga:  Sebuah Penghargaan untuk Penantian dari Single Terbaru Redinka Nahumury "Dream"

“Kami selalu memperhitungkan sejumlah faktor, termasuk volume penayangan lewat iklan berbayar di YouTube,” tambah mereka. “Berdasarkan kriteria lama kami, Badshah tidak memenuhi syarat untuk masuk daftar video debut terlaris dalam 24 jam.”

Tapi ini bukan satu-satunya kasus pembelian iklan yang berujung sial di layanan streaming ini. Menurut laporan Rolling Stone, video dengan perolehan views yang tidak wajar juga mengguncang industri musik Latin. Universal Latin dan label-label Latin di bawah Sony dapat menghabiskan antara $20.000 dan $60.000 dalam 24 jam pertama dan hingga $100.000 dalam kasus yang ekstrem.”

Bloomberg melaporkan, “ME!” dari Taylor Swift dan “Kill This Love” dari Blackpink mendapat keuntungan dari penayangan lewat iklan berbayar. Namun tim YouTube menyatakan bahwa perubahan ini tidak akan memengaruhi pemegang debut video terlaris dalam 24 jam yang sudah ada di YouTube. Dengan kata lain, Taylor Swift dan Blackpink akan tetap mempertahankan perolehan masing-masing—sebesar 65,2 juta views dan 56,7 juta views—meski dengan penayangan via iklan.

YouTube mengeklaim akan berusaha memberikan transparansi kepada industri dan menyelaraskan dengan kebijakan perusahaan charting resmi seperti Billboard dan Nielsen. Peraturan baru YouTube dapat mengacaukan sistem pay-for-play—tetapi itu bukan berarti akhir yang nyata dari pengiklanan video musik.