Warner Music Group Menjual Sahamnya Secara Publik

10 Februari 2020 | Musik

Warner Music Group secara resmi telah mengumumkan pada hari Kamis (6/02) bahwa mereka telah menyerahkan dokumen untuk memulai penawaran saham perdana mereka secara publik.

Divisi rekaman musik Warner Music Group menghasilkan pendapatan sebesar US$3,84 miliar (Rp. 52 triliun) pada tahun fiskal 2019, mewakili 86% dari total pendapatan mereka, menurut arsipnya. Divisi ini adalah rumah bagi para seniman seperti Ed Sheeran, Bruno Mars dan Cardi B, dan termasuk label bertingkat seperti Atlantic, Elektra, Warner Music Nashville dan Warner Records yang baru-baru ini mengalami proses re-branding.

Bagian penerbitannya, Warner Chappell Music, memiliki katalog lebih dari 1,4 juta hak cipta, termasuk dari para penulis lagu seperti Twenty One Pilots, Lizzo dan Katy Perry. Ini menghasilkan pendapatan sebesar US$643 juta (Rp. 8,8 triliun) pada tahun 2019, atau 14% dari total pendapatan.

Warner Music Group juga merupakan rumah bagi perusahaan distribusi musik global seperti Alternative Distribution Alliance, aplikasi musik live Songkick, EMP Merchandising dan UPROXX.

Warner Music Group sebelumnya diperdagangkan secara publik di Bursa Efek New York hingga Mei 2011, ketika mereka mengumumkan privatisasi dan penjualannya kepada kelompok industri milik sang multi-miliarder Len Blavatnik yang berbasis di Amerika Serikat, Access Industries LLC. Kesepakatan itu selesai pada Juli 2011 dengan dana sebesar $3,3 miliar (Rp. 45 triliun).

Sejak tahun 2015, industri musik telah berkembang pesat berkat kesuksesan platform streaming. Pada tahun 2018, Recording Industry Association of America melaporkan pendapatan sebesar US$9,8 miliar (Rp. 134 triliun) – yang terbaik sejak tahun 2007. Ke depannya, Warner Music Group mengantisipasi pertumbuhan berkelanjutan mereka sepanjang pasar global.

“Kami percaya bahwa, seiring waktu, pendapatan streaming akan meningkat karena kenaikan harga berkat pasar yang lebih luas dan semakin berkembang,” kata pengajuan data S-1 Warner Music Group. “Layanan streaming sudah memasuki tahap awal bereksperimen dengan kenaikan harga. Misalnya, pada 2018, Spotify meningkatkan harga bulanan untuk layanannya di Norwegia. Selain itu, pada 2019, Amazon meluncurkan Amazon Music HD, penawaran streaming audio berkualitas tinggi yang tersedia untuk pelanggan dengan harga premium di Amerika Serikat. Kami percaya bahwa proposisi nilai yang disediakan oleh layanan streaming kepada konsumen mendukung inisiatif pilihan produk yang premium”.

Pengajuan data S-1 dari Warner Music Group ini juga menyatakan bahwa Access Industries dan Blavatnik akan mempertahankan mayoritas bagian saham dan akan beroperasi sebagai “perusahaan yang dikendalikan”. Itu berarti, pemilik saat ini akan mempertahankan persentase mayoritas yang tidak diketahui dari saham yang akan beredar dan kekuatan hak suaranya, memberi mereka “kemampuan untuk mengontrol hasil keuntungan dari materi yang disampaikan kepada para pemegang saham kami untuk persetujuan, termasuk pemilihan umum untuk calon direktur kami dan persetujuan setiap perubahan saat mengendalikan transaksi”.