fbpx
banner

Virtual Wedding, Konsep Pernikahan Baru di “The New Normal”

18 Mei 2020 | Gaya Hidup
Virtual Wedding

Siapa bilang menikah di tengah pendemi tidak bisa dilakukan dengan meriah karena berbagai keterbatasan? Dengan teknologi, semua batas dan bakal terlampaui. Melalui konsep virtual wedding ini misalnya, pengantin dan tamu tetap bisa bertegur sapa seperti biasa mesti tak bisa bertatap muka secara langsung.

Sebuah event organizer di Yogyakarta menyediakan terobosan akad dan resepsi dengan konsep virtual wedding. Melalui studio yang sudah di-setting sedemikian rupa, akad dan resepsi bisa dilaksanakan dengan siaran langsung yang dapat disaksikan oleh tamu undangan dari jarak jauh.

Tidak hanya para undangan yang bisa menyaksikan pengantin di pelaminan, namun kedua mempelai juga bisa menyaksikan tamu undangan dari layar besar yang disediakan. Dari layar berukuran 3×4 m, mempelai bisa melihat 1000 undangan yang telah memiliki akses tautan untuk bergabung di pernikahan virtual tersebut.

Soal dekor, juga bisa disesuaikan dengan keinginan pengantin karena WO ini menggunakan green screen yang punya bayak template. Acara resepsi pun dilakukan seperti biasanya lo, dimulai dari sambutan keluarga, doa, hingga prosesi adat yang dilaksanakan dengan panduan dari WO. Untuk bersalam-salaman, sesi ini diganti dengan pengantin yang menyapa undangan secara virtual.

Baca Juga:  Pameran Universo Ferrari Dibuka Hari Ini

Konsep menikah di Masa Depan

Konsep pernikahan ini juga bukan tak mungkin bakal menjadi alternatif konsep pernikahan di masa depan yang bakal laris diminati. Dengan biaya mulai Rp 15 juta tanpa vendor katering dan WO, kamu sudah bisa menyelenggarakan pernikahan yang beda dari lainnya.

Meski dinamakan pernikahan virtual, mempelai tetap bisa menerima uang kasih sayang dari para undangan melalui rekening yang ditampilkan di running text di layar. Tidak cuma itu, pernikahan bakal tetap berkesan dengan katering dan suvenir yang tetap dibagikan kepada para undangan. Pengiriman bisa dilakukan dengan menyewa jasa penyedia transportasi.

Meskipun hal ini merupakan terobosan baru, pihak penyedia jasa event organizer ini mengaku bahwa konsep mereka belum diterima dengan baik oleh masyarakat, terutama oleh mereka yang sudah terlanjur membayar DP gedung  dan vendor lainnya.

Hanya, bisa jadi ide ini semakin menarik di masa depan. Apalagi dengan adanya kemungkinan virus corona yang nggak bisa benar-benar hilang. Bisa jadi konsep pernikahan ini akan menjadi The New Normal bagi pernikahan-pernikahan di masa mendatang.

Baca Juga:  Smart Watch, Trend di Kalangan Anak dan Kebutuhan Orang Tua