fbpx
banner

Unit Punk Bandung Saturday Night Karaoke Rilis Serial Video Wawancara Dengan Para Punk Rock Stars Internasional

14 Agustus 2020 | Musik
Saturday Night Karaoke

Band pop punk/punk rock asal Bandung, Saturday Night Karaoke baru-baru ini mengunggah beberapa potongan video di media sosial mereka yang menunjukkan vokalisnya, Prabu, sedang berbincang dengan “bule” lewat video call. Ternyata, itu merupakan teaser dari konten video Blabber Room milik mereka yang diunggah secara rutin di kanal Youtube mereka.

Blabber Room adalah konten seri wawancara yang diinisiasi oleh vokalis Saturday Night Karaoke, Prabu Pramayougha, sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap beberapa idolanya yang menginsipirasi dia pribadi dan Saturday Night Karaoke dalam aspek bermusik.

Yang membuat unik konten tersebut adalah sosok yang Prabu wawancara merupakan para musisi punk internasional yang reputasinya tidak perlu dipertanyakan lagi. Contohnya seperti di episode perdananya, Prabu berbincang dengan Joe Queer. Dia adalah punggawa dari band punk rock seminal asal Amerika Serikat, The Queers. The Queers sendiri sering dinobatkan sebagai salah satu band punk rock yang sukses bertahan sampai 30 tahun dan menelurkan banyak album selama perjalanan karir musiknya.

Baca Juga:  Alien Child Buktikan dengan #DiRumahSaja Bisa Hasilkan Karya Positif Lewat Single “Feelin’ Dumb”

Selain The Queers, di episode kedua Blabber Room, Prabu berbincang dengan vokalis band melodic punk asal Israel, Yotam Ben Horin dari Useless ID. Nama Useless ID tentunya sangat familiar di kancah musik melodic/pop punk internasional, mereka merupakan salah satu band asal Timur Tengah yang berhasil menembus pasar musik internasional. Beberapa album mereka sudah dirilis oleh label-label punk raksasa macam Fat Wreck Chords dan Kung Fu Records.

Konten Blabber Room hadir bukan hanya sekedar sebagai hiburan belaka, serial video tersebut juga diharapkan sebagai konten yang bisa menginspirasi banyak pendengar musik bahwa musik melodic/pop punk bukan cuma sekedar musik nostalgia atau berpesta saja.

Dikutip dari siaran pers, Blabber Room ingin menunjukkan bahwa ada nilai lebih dari sekedar musik, ada jaringan koneksi antar musisi yang meleburkan status idola dan fans di dalam konteks musik punk. Selain itu, konten Blabber Room juga diharapkan bisa membuka mata para pendengar musik umum bahwa kancah musik punk selalu ada walau pun tren musik datang silih berganti.

Baca Juga:  Kazzmir Merilis Album Mini Bertajuk “il∙lic∙it”