fbpx
banner

Toko Buku Liong, Proyek Seni Kolaboratif Lintas Negara

2 Agustus 2020 | Seni
Toko Buku Liong

Toko Buku Liong adalah proyek seni kolaboratif antara kurator Adelina Luft (Romania/Indonesia) dan seniman Daniel Lie (Brazil/Indonesia), pelantar daring web dikelola oleh Cemeti-Institut untuk Seni dan Masyarakat, diluncurkan dari 4 Agustus – 4 September 2020.

Di dalam situasi pandemi saat ini, proyek ini dibangun dalam format online sebagai cara untuk bereksperimen dengan bentuk-bentuk ekspresi visual hibridisasi (sebagai pameran, publikasi, dan sekaligus karya seni) dan untuk menciptakan aksesibilitas transnasional dan multibahasa.

Proyek ini merupakan upaya bersama untuk mengumpulkan kembali fragmen-fragmen biografi keluarga Lie dan komik-komik yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Toko Buku Liong pada era 1950-an, dengan menciptakan arsip afektif yang berada di persimpangan antara politik identitas, struktur kekuasaan, dan agensi kebudayaan pada era pasca kemerdekaan Indonesia.

Dirangkai ke dalam empat volume yang berurutan mulai dari menyajikan karya seni, esai, dan materi arsip, proyek ini menawarkan rute alternatif dari sejarah arus utama, dan diharapkan lebih jauh menghasilkan percakapan tentang subjektivitas kepengarangan dan peran komik Indonesia dalam pembangunan identitas budaya.

Baca Juga:  UNO Hadirkan Seri Kartu dengan Artwork Jean-Michel Basquiat

Tiap volume membahas aspek penelitian sembari membangun pembacaan berurutan mingguan melalui lensa dan program diskusi dari volume sebelumnya.

Volume pertama menyajikan penelitian tentang Semarang di era 1950-an melalui ruang fisik bekas Toko Buku Liong, sedangkan volume kedua memperkenalkan para pendiri dan produser Toko Buku Liong yang bermigrasi ke Brasil pada tahun 1958.

Volume ketiga melihat rumah produksi independen dan pencariannya atas identitas budaya. Volume terakhir mengambil fokus pada pembacaan kritis terhadap Wiro, Anak Rimba Indonesia salah satu buku komik Indonesia paling populer.