fbpx
banner

Toko Buku Liong Jilid III “Sebuah Penciptaan Tubuh” Telah Dirilis

20 Agustus 2020 | Seni
Toko Buku Liong

Jilid ketiga menawarkan dua perspektif dalam menilik terbitan komik Toko Buku Liong melalui lensa jilid-jilid sebelumnya—terkait dengan keterikatan struktur kekuasaan di era 1950-an dan politik identitas. Satu perspektif memposisikan buku komik dalam pencarian identitas dalam ranah kebudayaan yang lebih luas dan produksi komik saat itu, sementara yang lain menawarkan lensa subjektif dari keterikatan ini dengan menciptakan sebuah tubuh karya baru. Melalui penyajian beberapa fragmen komik dan karya instalasi baru Daniel Lie di ruang galeri Cemeti, kami menampakkan heterogenitas dan keberagaman tubuh (dari karya) yang dibayangkan dan diproduksi oleh Toko Buku Liong.

Gaung/Reverb/Reverberação adalah karya seni instalasi Daniel yang dibuat sebagai hasil dari proses penelitian terkait dengan keterikatan identitas, ingatan, dan catatan keluarga, yang kemudian bergaung sebagai sebuah proposisi estetika untuk menavigasi perasaan-perasaan di dalamnya.

Toko Buku Liong adalah proyek seni kolaboratif antara kurator Adelina Luft (Rumania / Indonesia) dan seniman Daniel Lie (Brasil / Indonesia) yang diselenggarakan daring oleh Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat, mulai dari 4 Agustus hingga 4 September 2020.

Baca Juga:  Indische Party Rilis Ulang Video Musik "Sepeda"

Proyek ini merupakan upaya bersama untuk mengingat kembali fragmen-fragmen biografi keluarga Lie dan komik-komik yang mereka hasilkan dan terbitkan di Toko Buku Liong pada 1950-an dengan menciptakan arsip afektif yang tersituasikan pada persimpangannya dengan politik identitas, struktur kekuasaan, dan agensi kebudayaan pada masa pascakemerdekaan Indonesia. Terstruktur dalam empat jilid berurutan yang menyajikan karya seni, esai, dan bahan arsip, proyek ini mengemukakan rute alternatif dari sejarah arus utama dan berharap untuk lebih jauh menghasilkan percakapan tentang subjektivitas kepengarangan dan peran komik Indonesia dalam pembangunan identitas budaya.

Setiap jilid membahas sebuah aspek dari penelitian sembari mengembangkan pembacaan sekuensial setiap minggunya melalui sudut pandang jilid-(jilid) sebelumnya dan sebuah Program Diskusi. Bagian pertama menetapkan penelitian di Semarang, 1950-an, melalui ruang fisik bekas toko buku, sedangkan jilid kedua memperkenalkan para pendiri dan produsen Toko Buku Liong yang bermigrasi ke Brasil pada tahun 1958. Jilid ketiga menelisik rumah produksi komik independen dan pencarian identitas budayanya, sementara jilid terakhir berfokus pada pembacaan kritis atas Wiro, Anak Rimba Indonesia, salah satu komik Indonesia yang paling populer.

Baca Juga:  Tuan Tigabelas dan Weird Genius Berkolaborasi Garap Lagu "Narzo Power"

Semasa pandemi yang tengah melanda sekarang, proyek ini dilakukan dalam format daring sebagai cara untuk bereksperimen dengan bentuk-bentuk ekspresi visual hibrid (sebagai pameran, publikasi, dan karya seni) dan untuk menciptakan aksesibilitas transnasional dan multibahasa.