fbpx
banner

Terasering Awali Tahun dengan “Kau Telah Berubah Menjadi Abadi”

2 Maret 2020 | Musik

“Ada” dan “Ketiadaan” merupakan dua kutub berlawanan yang merupakan dasar eksistensial dalam kehidupan. Pada konteks sebagai makhluk yang berada di dunia, manusia menjalani  proses berkembang melalui hubungan membentuk suatu pola kausalitas seperti beri-terima, jumpa-pisah, tolak-terima, fana-abadi, dan lainnya. Keberlangsungan hidup manusia terikat oleh masa dan cinta.

Coba beri pertanyaan sederhana ke orang-orang lainnya “Kehidupan seperti apa yang layak untuk dijalani?” boleh jadi kehidupan penuh cinta jawabnya. Meskipun demikian, takdir dari setiap yang bernyawa adalah menjadi tiada. Mungkin itu hal yang tak diingikan siapapun untuk terjadi. Apalagi kehilangan dan perpisahan untuk selamanya deangan seseorang. Terpesona dari sebuah karya puisi milik seorang penyair  bernama Nana Ernawati yang berjudul “Kau Telah Berubah Menjadi Abadi”, terselip kata-kata “Tapi kau telah berubah menjadi abadi, sebelum aku pantas untuk menjemputmu”.

Mungkin tak semua orang mengalami jejak sejarah yang demikian, tapi dengan hanya membaca tulisan tersebut membuat Tersering, sebuah kelompok musik asal Yogyakarta yang beranggotakan Ringga (Vocal/Gitar), Rarya (Cello), Gilang (Biola), dan Andy (Perkusi) tersentuh untuk merespon karya puisi tersebut menjadi sebuah lagu yang berjudul sama yaitu “Kau Telah Berubah Menjadi Abadi”. Lagu ini diagendakan untuk dirilis pada akhir bulan Februari ini, tepatnya pada tanggal 24 Februari 2020.

Baca Juga:  Reality Club susul Grrrl Gang Tampil di SXSW 2020

Mengingat dua tahun lalu, berawal dari rencana untuk mengikuti sebuah lomba musikalisasi puisi dalam acara kesenian disalah satu café di Yogyakarta. Tepatnya pada tanggal 1 Juni 2018 adalah pertemuan pertama Ringga yaitu vocalist dan guitarist Terasering dengan puisi milik Nana Ernawati yang berjudul “Kau Telah Berubah Menjadi Abadi”. Seketika itu cakrawala rasa dipenuhi berbagai emosi menyentuh perasaan paling dalam, kehalusan yang bermakna.

Ya hanya dengan karyanya saja, belum dengan sang penciptanya. “Jodoh takkan lari kemana”, mungkin hanya kata-kata itu yang bisa mewakili. Penasaran rasanya dari sekian banyak puisi yang disediakan panitia untuk direspon, tapi puisi itu punya impresi tersendiri. “Waktu melihat daftar puisinya di HP saya, saya scroll kebawah dan tak tau mengapa berhenti tepat di judul puisi Ibu Nana” ucap Ringga. Tapi mungkin nasib berkata lain, singkatnya karena satu dan lain hal, lomba musikalisasi puisi itupun tak jadi diikuti. 

Dua tahun dilewati lagu ini yang hanya diputar di kotak musik pikiran Ringga, disimpan sendiri. Sejujurnya ada rasa khawaitr untuk membawakan apalagi untuk memproduksi lagu ini. Bukan tanpa sebab, itu karena belum ada izin dari pencipta puisi tersebut. Tak sebentar menemukan celah untuk bisa berkomunikasi dengan Nana Ernawati. Syukurlah melalui seorang teman yang bernama Swadesta Arya Wasesa, komunikasi pun terjalin dengan Ibu Nana. Setelah mendapatkan izin dari beliau, Terasering mulai menggarap musiknya dan akhirnya bertemu dengan seorang Pianist yang bernama Skolastika Nada Meivina untuk melengkapi komposisi musik dari lagu ini.

Baca Juga:  “On Repeat” Single Debut GRACE. Yang Adiktif

By the way, mengenai proses penggarapan lagu “Kau Telah Berubah Menjadi Abadi” ini direkam di W2W Studio dan di-mixing serta di-mastering oleh Widi Wedee. Selain itu lagu ini divisualisasikan oleh Wigi Wigel, dan untuk video lirik dibantu oleh Ade Alvian.

Lagu ini sudah bisa didengarkan di Apple Music, Spotify, dan platform digital lainnya. Serta video liriknya sudah bisa disaksikan di YouTube.