fbpx
banner

Tahun Ini Biennale Jogja Gandeng Seniman Asia Tenggara

18 Oktober 2019 | Seni
Karya kolektif seni rupa Gegerboyo

Gelaran seni rupa Biennale Jogja (BJ) tahun ini akan kembali digelar pada 20 Oktober hingga 30 November 2019 di Taman Budaya Yogyakarta dan  Jogja National Museum. Pada penyelenggaraan tahun ini Biennale Jogja turut menggandeng seniman-seniman dari kawasan Asia Tenggara.

Alia Swastika, Direktur YBY mengatakan, Tim YBY ingin melihat Asia Tenggara keluar dari gagasan negara bangsa. Ia mencontohkan, seperti yang terdapat di buku-buku pelajaran, Asia Tenggara selalu dihubungkan dengan ASEAN.

“Justru kita ingin melihat Asia Tenggara sebagai gagasan rumpun kebudayaan ketimbang negara. Kita melihat ada banyak sekali pertemuan, atau jejak-jejak sejarah yang terhubung sebelum kemudian masing-masing wilayah itu dimaknai atau didefinisikan dengan gagasan negara,” ucapnya saat sosialisasi Biennale Jogja 2019 di Taman Budaya Yogyakarta, Senin (11/3/2019).

Tema yang dipilih pada Biennale Jogja tahun ini adalah “Berangkat dari Pinggiran”. Arham Rahman, salah satu kurator mengatakan, terkait tema ini tim kurator tidak bermaksud untuk melihat kawasan pinggiran dalam konteks geografisnya, atau dalam istilah lain disebut pelosok.

Baca Juga:  Interview: ANTI-TANK PROJECT, Tentang Street Art dan Latar Belakang dalam Berkarya

Arham menambahkan, gelaran ini akan melibatkan 30 seniman dari Indonesia, dan 21 seniman manca negara dalam lingkup Asia Tenggara. Dari Indonesia, seniman yang berpartisipasi dalam gelaran ini antara lain berasal dari Yogyakarta, Bali, Aceh, Pontianak, dan beberapa kota-kota lain. Sedangkan seniman dari luar Indonesia yang terlibat antara lain berasal dari Thailand, Malaysia, Vietnam, hingga Filipina.

Sejak tahun 2011, penyelenggaraan BJ berangkat dari tema besar yakni Equator (khatulistiwa). Dalam setiap penyelenggaraannya, BJ mengundang seniman dari satu atau lebih, negara, atau kawasan di sekitar khatulistiwa.

Sebelum menggandeng negara-negara kawasan Asia Tenggara pada Equator #5 tahun 2019 ini, dalam menyelenggarakan Biennale Jogja YBY bermitra dengan India pada 2011, negara-negara kawasan Arab (2013), Nigeria (2015), dan Brazil (2017).