fbpx

Studio Ghibli Terancam Bangkrut Karena Pandemi

19 Juli 2021 | Seni

Studio Ghibli terancam bangkrut karena pandemi. Pasalnya, dampak covid-19 berkenpanjangan ini berimbas besar terhadap salah satu industri ‘terkuat’ di Jepang yaitu pariwisata.

Bahkan salah satu spot favorit para penggemar anime Studio Ghibli juga merasakan ‘goncangan’ yang besar.

Lewat akun Twitter resminya, baru-baru ini pengelola mengumkan permohonan bantuan donasi untuk operasional museum tersebut.

Cuitan tersebut disertai tautan ke halaman donasi yang berbunyi “Kami telah memulai kampany furusato nozei meminta dana untuk mendukung operasional Museum Ghibli di Mitaka. Kami dengan rendah hati memohon dukungan Anda.

Furusato nozei sendiri adalah sistem ‘pajak kampung halaman’ yang memungkinak individu memberikan sumbangan untuk bisnis yang ‘jatuh’ saat masa sulit.

Ketentuan ini berbeda dengan pajak tempat tinggal yang harus dibayar oleh orang dewasa yang bekerja di Jepang dan sebenarnya merupakan sistem kredit dan donasi pajak.

Kendati harga tiket Museum Ghibli tergolong murah, 1.000 yen untuk satu orang dewasa, mereka sebenarnya bisa mendapat pemasukan yang cukup. Bahkan di masa normal, jumlah pengunjung harus dibatasi demi mencegah kepadatan.

Baca Juga:  IKEA Rilis Arsip Katalog Tua dalam Versi Digital

Pendapatan semakin bertambah dengan kebiasaan penggemar berbelanja di toko suvenir. Namun setelah melewati beberapa penutupan selama pandemi, dan tidak mungkin menerima pengunjung, museum itu terancam bangkrut.

Saat ini, kami beroperasi ‘sangat merah’. Pada bulan Maret, kami menerima hibah dari Kota Mitaka untuk mendukung biaya operasional, tetapi dengan itu, kami tetap memakan dana yang sebenarnya direncanakan untuk perbaikan dan pemeliharaan skala besar. Pandemi virus mungkin akan berlanjut beberapa waktu, dan jika kami terus memanfaatkan cadangan keuangan, kami yakin pengoperasian dan fasilitas pemeliharaan yang direncanakan akan dalam bahaya,” jelas mereka.

Kampanye furusato nozei untuk Museum Ghibli sudah diluncurkan sejak Kamis, 15 Juli lalu. Menariknya kampanye semacam ini kerap kali menawarkan hadiah menarik untuk para donatur.

Namun untuk kali ini Ghinli menjelaskan bahwa pihaknya hanya akan memberikan kartu ucapan terima kasih kepada donatur yang terlibat.

Dalam donasi itu, Museum Ghibli meminta para donatur untuk setidaknya menyumbang sebesar 5.000 yen atau setara dengan IDR 658 ribu. Sementara target yang ditentukan dalam kampanye itu adalah 10 juta yen atau IDR 1,3 miliar.

Baca Juga:  Queen Menjadi Band Pertama yang Diabadikan di Koin Mata Uang Inggris

Menariknya pada Jumat malam, mereka berhasil mencapai target tersebut dengan capaian 12 juta yen dalam waktu kurang dari 24 jam setelah pengumuman donasi dibuka.

Seperti dilansir Tempo, Minggu (18 Juli), sudah ada 1.478 donatur dengan rata-rata sumbangan sebesar 8.910 yen per orang. Untuk diketahui, kampanye ini sendiri masih terus berlangsung sampai dengan 31 Januari tahun ini.