fbpx
banner

Setelah Netflix, Pengguna Layanan Aplikasi Ini Akan Kena Pajak di Indonesia

11 Agustus 2020 | Gaya Hidup
Pajak Digital

Setelah Netflix, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan siap menarik pajak ke sejumlah layanan digital seperti Facebook, TikTok, Amazon, Alexa, Apple dan Disney.

Dengan demikian, pelanggan dari layanan-layanan tersebut akan dikenakan PPN sebesar 10% dari harga sebelum pajak. Ketentuan pajak ini pun akan mulai berlaku mulai bulan September mendatang.

“Dengan penunjukan ini maka sejak 1 September 2020, sepuluh pelaku usaha tersebut akan mulai memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia. Jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10 persen dari harga sebelum pajak,” seperti dikutip dari surat resmi DJP bernomor SP-35/2020, Jumat (7/8).

Dengan adanya pemungutan pajak untuk produk digital, pemerintah berupaya untuk menciptakan kesetaraan berusaha (level playing field) bagi semua pelaku usaha khususnya antara pelaku di dalam negeri maupun di luar negeri, serta antara usaha konvensional dan usaha digital.

Sepuluh pelaku usaha yang telah menerima surat keterangan terdaftar dan nomor identitas perpajakan sebagai pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada gelombang kedua ini adalah:

  • Facebook Ireland Ltd
  • Facebook Payments International Ltd
  • Facebook Technologies International Ltd
  • Amazon.com Services LLC
  • Audible, Inc
  • Alexa Internet
  • Audible Ltd.
  • Apple Distribution International Ltd
  • Tiktok Pte. Ltd
  • The Walt Disney Company(Southeast Asia) Pte. Ltd.
Baca Juga:  Gandeng Khalid, Levi’s® Persembahkan Seri Terbaru Mereka, XX Chino

Sedangkan enam pelaku usaha yang sebelumnya telah ditunjuk sebagai pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah:

  • Amazon Web Services Inc.
  • Google Asia Pacific Pte. Ltd.
  • Google Ireland Ltd.
  • Google LLC.
  • Netflix International B.V., dan
  • Spotify AB.