fbpx
banner

Seniman Kontemporer Indonesia Bersatu di Gerakan Masker untuk Indonesia

7 Mei 2020 | Seni
Masker untuk Indonesia

Para pelaku industri kreatif Tanah Air dan seniman-seniman kontemporer di Indonesia telah menginisiasi gerakan Masker untuk Indonesia. Gerakan tersebut bertujuan mencegah penyebaran virus corona dan mendukung anjuran pemerintah dalam mengenakan masker kain nonmedis.

Beberapa seniman dan UMKM yang sudah ikut berkolaborasi di gerakan ini adalah The Goods Dept, Bluesvilles, Liunic on Things, Locale, Untold, Abenk Alter, Heimlo, Ardneks, Ykha Amelz, Kamengski, Darbotz, dan Sanchia Hamidjaja.

Mereka telah mendesain masker berbahan dasar scuba,dengan serat yang padat sehingga dapat mencegah partikel dan droplets. Masker kain scuba ini juga bisa dicuci dan digunakan secara berulang kali.”Melalui gerakan Masker untuk Indonesia diharapkan UMKM bisa membantu menahan laju penyebaran virus corona lewat karya kreasi kami,” kata Anton Wirjono selaku pendiri The Goods Dept sekaligus relawan.

Selain merangkul seniman dan UMKM, gerakan ini juga berkolaborasi dengan organisasi dalam menyalurkan masker. Mulai dari Benih Baik, Gerakan Pemuda ANSOR, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Gerakan Indonesia Kuat, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia, dan Yayasan Langkah Kasih.Sederet selebriti turut mendukung gerakan Masker untuk Indonesia. Antara lain Andy F. Noya, Najwa Shihab, Chicco Jerikho, Joe Taslim, Armand Maulana, Lukman Sardi, dan Boy William.

Baca Juga:  Melestarikan Bahasa Daerah Bersama BASAbali

Gerakan ini terbuka bagi siapa aja yang ingin terlibat melalui langkah Pesan 1 Berbagi 3. Artinya, cukup dengan memesan satu masker kain seharga Rp 39.900, pemesan bisa sekaligus berbagi tiga masker kain lainnya kepada yang membutuhkan. Masker kain nonmedis dari gerakan Masker untuk Indonesia ini tersedia di laman www.maskeruntuk.id.