fbpx
banner

Scooter Listrik: Tren Baru Ditengah Kemacetan Ibukota

23 September 2019 | Gaya Hidup

Belakangan ini jalanan Jakarta terlihat banyak orang menggunakan scooter listrik atau skateboard listrik. Pemandangan ini biasa terjadi di kawasan kantor yang dekat dengan jalur MRT seperti kawasan Sudirman, Senayan, Fatmawati dan sekitarnya. Ditambah lagi, Grab yang menjadi salah satu pelaku transportasi online juga memperluas pasarnya dengan melaunching GrabWheels sebagai alternatif sarana transportasi jarak dekat.

Ya, semenjak sudah ada MRT laah kaya gini. Gua beli waktu itu Rp 5 jutaan di olshop. Sekarang irit (duit) banget, gak stress dijalanan. Sebelumnya gue bawa mobil, duh capek,” ujar Indra salah satu pengguna scooter listrik.

Selain Indra, Anto juga mengandalkan scooter listriknya untuk pergi ke kantor. Ia juga melakukan hal yang sama seperti Indra untuk pergi ke kantor di daerah Sudirman. Ayah dua anak ini sebelumnya diantar jemput supir untuk pergi bekerja. Meski begitu ia masih sempatkan diri memakai transportasi umum sebelum mengenal scooter listrik. 

Baca Juga:  Balap Lari Liar, Trend Baru Yang Dianggap Melanggar Hukum

Levin Royce, founder dari store Indo Personal Electric Vehicle (IndoPEV) menerangkan ada banyak merk scooter listrik dengan berbagai spesifikasi. Ada yang bisa melaju hingga 50 km/jam dengan jarak tempuh hingga 60 kilometer. 

“Kalau di kita merknya ada Dualtron, Inokim, Zero dan Kaabo. Saat ini masih tersedia yang jenis scooter dan sepeda listrik. Pokoknya buat yang pemakaian yang serius deh,” terangnya. 

Harga scooter elektrik bervariasi mulai dari Rp 9 juta hingga Rp 90 juta. Harga scooter elektrik juga mempengaruhi spesifikasi. Semakin mahal biasanya fiturnya semakin canggih seperti kecepatan, kapasitas baterai, dan fitur lainnya. 

Levin juga memberi sedikit tips jika ingin membeli scooter elektrik. Pertama rencanakan dulu finansial yang untuk membeli scooter llistrik. Setelah itu sesuaikan dengan berat badan dan kebutuhannya. Karena dari sini bisa dikenali scooter elektrik yang cocok untuk calon pemilik apakah untuk kebutuhan commuting atau hobi. 

Lebih lanjut Levin juga menceritakan di Jakarta ada komunitas scooter elektrik. Bersama teman-temannya ia membentuk Scooter Electric Indonesia yang biasa nongkrong di sekitar STC Senayan. Komunitas sudah beranggotakan hingga 100 orang dari berbagai kalangan mulai dari pelajar hingga pekerja kantoran. 

Baca Juga:  Instagram Hadirkan Fitur Baru Untuk Saingi TikTok