fbpx
banner

Sasan Fai: Single pertama “From the Blue”

28 Oktober 2019 | Musik

Single pertama Sasan Fai sekarang sudah dapat dinikmati di semua platform streaming musik digital. Dirilis pada 25 Oktober 2019 oleh Collab Asia Music, From the Blue adalah lagu pertama yang dirilis untuk album debut Sasan Fai yang akan dirilis di awal tahun 2020.

Dianggap sebagai album yang sangat personal, dibutuhkan sekitar 3 tahun untuk Hazbi Faizasyah menyelesaikan album pertama Sasan Fai. Album itu sendiri akan menampilkan 10 lagu yang dipilih dari 60 rekaman demo solo project nya Hazbi dari 2016 hingga 2019. Diproduksi oleh Hazbi sendiri dan direkam di berbagai tempat di Jakarta; MRH Studio, Studio Musik Starlight, dan Palm House Studio, proses rekaman dilakukan dalam 1 bulan sepanjang Juli 2019.

Reza Hilmawan (MRH Studio) dan Jati Seno (Studio Musik Starlight) menggarap sebagai audio engineer selama proses perekaman. Mixing dan mastering dikerjakan oleh Rundu Talenta dari Palm House Studio.

“Bukannya gue ga pernah mau ngerilis, gue hanya ga pernah dapet kesempatan untuk bertemu dan bekerja sama dengan begitu banyak orang kreatif sebelumnya. Itulah tujuan album ini, ngelahirin sebuah karya dengan mengikuti dan mempercayai prosesnya secara keseluruhan bersama orang-orang inspiratif. Ini menjadi seperti kliping dan cuplikan momen selama 3 tahun terakhir dalam hidup gue. Lama-lama numpuk, dan gue rasa sekarang waktu yang tepat untuk ngeluarin semuanya, biar akhirnya bisa move on dan ga dapet perasaan yang ngejar gue setiap saat gue mau tidur” kata Hazbi.

Baca Juga:  "Moving On", Kolaborasi Rully Sianipar bersama Tuantigabelas dan Randy Sc

Dalam proyek ini Hazbi bekerja sama dengan teman lamanya dari SMA Joshua Veli (bass), rekannya dari Sunyata Session Gethzamani Christian (multi-instrumentalist), dan Mary Josefin (backing vocals). Sebelum rekaman dimulai, mereka jamming bersama dengan deadline yang ketat untuk semua lagu yang sudah dipersiapkan. Proses ini disebut oleh Hazbi sebagai “gue ga ngebatasin musik gue sendiri, fase ber-eksperimen untuk menemukan sound keseluruhan hadir selama proses pengerjaan album ini”.

Dari proses ini, Hazbi membiarkan mereka untuk menuangkan apa pun yang mereka inginkan sesuai dengan struktur yang sudah ada tentunya. “Secara ga langsung nyatu aja, agak klise mungkin kedengarannya, tapi itulah kebenarannya. Suatu hari beberapa minggu sebelum rekaman gue mikir siapa yang bisa bantu gue untuk main gitar, bass, drum, vokal tambahan dan lain-lain. Gue langsung hubungin siapa aja yang kepikiran dan yang gue percaya. Dimulai dengan Josh, Getz, dan kemudian Mary. Lucunya, ketika kita nge-jam bersama, gue agak kaget sendiri karena sound seperti itulah yang udah kebayang di dalam kepala gue sebelumnya”.