fbpx
banner

Saling Menguatkan Lewat Single Rilisan Chitarra

21 Mei 2020 | Musik
Amanda Chitarra

Tidak butuh mencerna waktu yang lama untuk menikmati komposisi karya dari penyanyi dan penulis lagu yang memiliki nama lengkap Amanda Chitarra ini. Setelah beberapa tahun yang lalu berkuliah musik di Los Angeles, Chitarra kemudian memilih untuk menetap di sana sambil melanjutkan kembali karier musiknya.

Chitarra kembali menyapa pendengar musik tanah air dengan sebuah karya solo perdana yang sangat berarti di tengah-tengah kondisi seperti sekarang ini. Saat dampak COVID-19 membuat situasi berubah secara drastis dan kebingungan mendominasi pikiran. Tak terkecuali dengan industri musik.

Sebuah penggalan lirik “face the fight that you believe“ di dalam single rilisan debut solonya, Rules of The Jungle menjadi nyanyian sekaligus mantra yang berarti bagi kita yang mendengarkan. Apalagi sentuhan komposisi musik yang dibuat oleh produser Ammir Gita ini berhasil membawa kita pada kewaspadaan sambil sesekali berkontemplasi merilis sesaknya problem yang terjadi saat ini untuk sama-sama saling menguatkan.

Chitarra bukan secara impulsif melahirkan karya ini hanya untuk merespon keadaan. Tapi sudah setahun yang lalu lagu ini dikerjakan sebelum akhirnya resmi dirilis pada hari Jumat, 3 April 2020 di platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, GooglePlay/Youtube, JOOX, dan Deezer. Lagu ini akan terangkum dalam EP album yang berisi enam lagu dan akan segera dirilis di Jakarta.

Baca Juga:  Yellow Claw dan Weird Genius Ungkap Sisi Sentimental Mereka di Single "Hush"

“Lagu ini sebetulnya adalah buah hasil tugas kelas songwriting waktu saya masih kuliah musik sekitar 4 tahun lalu. Jadi sudah jadul sebetulnya. Saya nulis bareng teman asal Curacao, Karibia bernama Shandrelica Casper, vocalist/percussionist. Saya yang membuat lirik dan melodi vokalnya, lalu beat nya dari Casper. Di saat saya cari inspirasi untuk lirik, tidak sengaja selingan liat trailer film The Jungle Book (live action) yang akan keluar di tahun itu (2016). Itulah kemudian yang jadi bahan inspirasi awal saya untuk lagu ini dan prosesnya memakan waktu sejak satu tahun yang lalu untuk mengaransemen seperti yang tercipta sekarang,” ungkap Chitarra.

Penempatan instrumen tradisional seperti Dijeridoo, Bonang Diatonis, Kalimba dan Hulusi Chinese Flute yang terangkum pada lagu ini dibungkus tanpa meninggalkan kesan “musik diplomatis” dan “world music” yang biasanya terlalu tersemat pada setiap karya yang membawa musik tradisional di dalamnya.

“EP ini akan mempresentasikan musik bernafas komposisi barat yang membawa rasa tradisional Indonesia. Meng-compose sesuatu yang fuse genre modern dengan tradisional memang tidak pernah mudah. Untungnya saya bekerja sama dengan produser Ammir Gita dan Yudhistira Mirza yang memang pintar berkomposisi. Dari mulai struktur lagu, pilihan nada vokal, pilihan tangga nada, dan instrumen sangat dipikirkan untuk lagu-lagu dalam EP nanti,” lanjut Chitarra.

Baca Juga:  Berharap Pandemi COVID-19 Segera Mereda, Synchronize Fest 2020 Tetap Digelar Oktober Mendatang

Chitarra berharap dengan dirilisnya lagu ini, bisa menemani kegiatan apapun yang dilakukan selama kita #dirumahaja dan juga membantu semua yang mendengarkan untuk tetap positif. “face the fight that you believe in the rules of the jungle, semoga bisa menjadi words of empowerment di dunia yang kadang terasa begitu banyak persoalan,” tutup Chitarra.