fbpx
banner

Righting Wrong Kembali Ke Studio, Persiapkan Materi Baru Yang Lebih Kencang

26 Januari 2020 | Musik

14 tahun sudah sejak pertama kali mereka terbentuk pada tahun 2006, unit Hardcore asal Pekalongan Righting Wrong, mengabarkan tengah sibuk mempersiapkan materi terbaru mereka yang rencananya akan rilis pada awal tahun mendatang. Album ini akan menjadi materi penuh kedua mereka setelah 5 tahun album bertajuk “Muda Berbahaya” mereka rilis dibawah naungan Samstrong Records pada tahun 2014. Album “Muda Berbahaya” sendiri memakan waktu pengerjaan yang cukup lama. Album ini dikerjakan selama 3 tahun, berisikan materi-materi kencang, menguras emosi, dengan mengangkat kehidupan sebagai tema dari lagu-lagu mereka.

Setelah itu, Righting Wrong sempat tergabung kedalam sebuah kompilasi bertajuk “Sambung Balung”, sebuah kompilasi yang diinisiasi oleh teman-teman Batik City Hardcore (BCHC) yang berkolaborasi dengan Wound Skate Cloth. Selesai dengan kompilasi, unit Hardcore yang beranggotakan Rezha (Vokal), Saddam (Bass), Umam (Gitar), dan Kemmal (Drum) berangkat melakukan ibadah tour bersama salah satu unit Hardcore asal Kuala Lumpur, Malaysia yaitu Thy Regiment. Tour dengan tajuk “Iron Heart Indonesia Mini Tour” ini berhasil menjajah 3 kota di Pulau Jawa, yaitu Jakarta, Bandung, dan terakhir Pekalongan pada pagelaran Batik Under Attack.

Ada yang berbeda dari album Righting Wrong yang akan segera rampung pada awal tahun mendatang. Righting Wrong menyuguhkan lebih banyak riff ala Heavy Metalyang dibalut dengan ketukan Hardcore. Hal ini disebabkan oleh masuknya punggawa baru yaitu Umam yang memberikan sentuhan berbeda pada lini Gitar.

Baca Juga:  Tuhkastura Ajak Dua Musisi Noise-Eksperimental Asal Peru dan Swiss di Rilisan Terbarunya "Live Session at Recofhub"

Sejak tahun 2006 hingga 2019, Righting Wrong sudah beberapa kali melakukan pergantian pemain hingga akhirnya Umam masuk dan mengisi kekosongan tersebut. Selain dari proses pengerjaan album yang telah memasuki tahap akhir, Righting Wrong juga berencana menggelar sebuah perayaan rilisnya album kedua mereka.

Kabar yang terdengar, mereka akan berkolaborasi dengan kesenian tradisional yang akan mereka gabungkan dengan musik Hardcore.Pengerjaan album ini berlokasi di 4wd Studio, Semarang. Dan untuk sektor mixing mastering dari album kedua ini Righting Wrong mempercayakan mas Hamzah Kusbiyanto, sosok yang sudah tidak asing lagi bagi mereka. Beliau telah dipercaya untuk mengawal proses pembuatan album Righting Wrong sejak album “Muda Berbahaya”. Selain itu, mas Hamzah sendiri sudah pernah menangani beberapa proyek album seperti “Re-Attitude” milik D.P.M.B, “Oblivion” milik Doyz,  hingga  “Illmortality” milik EyeFeelSix. Untuk itu, kita tunggu saja akan seperti apa babak baru dari unit Hardcore asal Pekalongan, Jawa Tengah ini.