fbpx
banner

Ratna Assan, Model Wanita Indonesia Pertama di Majalah Playboy

1 Oktober 2020 | Seni
Ratna Assan, Model Wanita Indonesia Pertama di Majalah Playboy

Bagi sebagian orang, tentu sudah tak lagi dengan majalah pria dewasa bernama Playboy. Majalah ini kerap menampilkan foto-foto model tanpa busana. Di Indonesia, tentunya hal tersebut menjadi hal yang tabu. Namun siapa sangka, ternyata ada satu nama wanita Indonesia yang pernah muncul di majalah tersebut.

Dia adalah Ratna Assan yang lahir pada 16 Desember 1954 di Torance, California, Amerika Serikat, dari pasangan Indonesia Ali Hasan dan Soetidjah. Keduanya (orang tua Ratna Assan) hijrah ke negeri Paman Sam untuk mengembangkan karier menari Soetidjah atau dikenal Dewi Dja.

Selain melatih tari di Amerika, Dewi juga menjadi koreografer yang tampil dalam film-film produksi Hollywood. Dewi pernah terlibat dalam film ‘Road to Singapore’ (1940), ‘Road to Morocco’ (1942), ‘The Picture of Dorian Gray’ (1945), ‘Three Came Home’ (1950), dan ‘Road to Bali’ (1952).

Ratna Assan, Model Wanita Indonesia Pertama di Majalah Playboy

Kesuksesan Dewi, berbanding lurus dengan karier sang anak, Ratna Assan. Dia juga sukses membintangi film Hollywood berjudul ‘Papillon’ yang dibintangi aktor papan atas Steve McQueen dan Dustin Hoffman.

Baca Juga:  Kebon Studio Yogyakarta: Signature Bagi Filmmaker Itu Penting

‘Papillon’ (kupu-kupu) bercerita tentang kriminal Prancis yang melarikan diri dari penjara Pulau Setan di Guyana Prancis. Di film tersebut, Ratna beperan sebagai Zoraima, gadis Indian yang selalu tampil telanjang dada.

Dalam alur ceritanya, Zoraima menolong seorang pelarian kriminal Prancis bernama Henri Charriere ‘Papillon’ yang dibintangi oleh Steve McQueen.

Berkat penampilannya yang memukau dan wajahnya ekstotis, membuat Majalah Playboy melirik serta mengajaknya tampil dalam rubrik pictorial pada edisi Februari 1974. Dalam majalah tersebut, ia tampil bugil untuk empat halaman artikel foto.

Kala itu, edisi Majalah Playboy yang memuat Ratna, kabarnya laris dibeli orang Indonesia. Bagi masyarakat Barat, Majalah Playboy bukan melulu soal porno. Mereka menganggap bahwa Majalah Playboy merupakan majalah gaya hidup, kehidupan, dan seks.