fbpx
banner

Punk Muslim: Idealisme Berbalut Agama

23 November 2019 | Gaya Hidup

Lekat dengan kehidupan di jalanan, rambut mohawk, badan bertato dan piercing di telinga, dalam dekade ini nampaknya terlihat pergeseran signifikan yang terjadi di komunitas punk di Indonesia.

Punk – yang lekat dengan ideologi anti kemapanan dan juga semangat Do It Yourself (DIY) ini mulai membentuk komunitas baru khususnya di Bandung, Jakarta dan Surabaya. Sebut saja mereka: Punk Muslim.

Hingga saat ini Punk Muslim memiliki ratusan anggota di Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Kebanyakan dari mereka adalah musisi jalanan dan mereka mengklaim diri mereka berubah sejak mengikuti gerakan ini.

Salah satu bentuk perubahan yang nampak adalah mengenai isu-isu yang mereka angkat, berikut dengan musik yang mereka bawakan. Ekspresi kegelisahan mereka mengenai isu sosial banyak mencurahkan mengenai nilai-nilai Islami dalam kehidupan, kebebasan Palestina, dan isu-isu sosial yang dihadapi komunitas Muslim global.

Dalam setiap konsernya, mereka tenggelam dalam nyanyian yang menyanjung Nabi Muhammad dan mendengar khotbah, meskipun tetap dibalut dengan permainan musik keras.

Baca Juga:  Billie Eilish Berkolaborasi Lagi Bersama Takashi Murakami Untuk Koleksi Uniqlo

Dikutip dari Reuters, Ahmad Zaki, salah satu pendiri Punk Muslim menjelaskan ” dengan cara seperti ini kita bisa mengubah diri kita menjadi lebih baik dan lebih positif. Karena pada dasarnya punk itu sendiri adalah perlawanan.”