fbpx
banner

Novelship Akan Gemparkan Indonesia, Hingga Kendalikan Pasar E-commerce Sneaker di Asia Tenggara

19 September 2020 | Gaya Hidup
novelship

Walaupun kamu bukan kolektor sepatu olahraga atau fashionista paling trendi, pasti pernah mendengar istilah “Air Jordans” atau “Yeezys” sering digunakan dalam percakapan anak masa kini. Sepatu kets olahraga kini telah berkembang melampaui manfaat kegunaannya dan telah berubah menjadi alternatif aset yang muncul dikalangan masyarakat. Budaya ini baru mendapatkan daya tarik dalam beberapa tahun terakhir dan melahirkan pasukan kolektor baru yang bersedia membayar ribuan dolar untuk ‘membobol’ sepasang sepatu kets edisi terbatas dan terbaru. Faktanya, pasar penjualan kembali sepatu kets global saat ini bernilai US$2 miliar dan angka ini diharapkan akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2025.

Indonesia terus mengikuti budaya global ini- Jakarta Sneaker Day berlangsung setiap tahun dari tanggal 7 hingga 9 Februari, acara ini menarik kerumunan sneakerhead dari seluruh pelosok negeri untuk mencari ‘tangkapan’.

Walapun ada banyak toko konsinyasi kecil atau bahkan ‘jastip’ yang menjual sepatu kets edisi terbatas di seluruh Asia Tenggara terutama di Indonesia, belanja fisik bukanlah pilihan yang tepat dan aman bagi para sneakerhead karena pandemi COVID-19.

Belakangan ini para sneakerhead lebih banyak melakukan belanja online untuk mengikuti hype dan memiliki sepatu edisi terbatas dan terbaru. Namun, dengan pesatnya perkembangan pasar banyak memicu munculnya produk palsu. Masalah utama komunitas sneakerhead dalam mendapatkan ‘tangkapannya’ terletak pada cara yang aman untuk membeli, menjual, dan memperdagangkan produk asli, terutama jika produk tersebut adalah “DS” (stok mati), model baru yang dihentikan produksinya, belum dipakai, dan tidak dikemas. Sangat berbahaya melakukan transaksi jual-beli sepatu kets secara online, terutama ketika kamu berurusan dengan jumlah uang beras hingga ratusan juta- permainan harga di pasar tergantung pada kelangkaan sneaker dan permintaan konsumen, sepasang sepatu kets asli “DS” dapat berharga hingga US$23.500.

Baca Juga:  Facebook Cafe Akan Segera Hadir di Jakarta

Oleh karena itu, belakangan ini pasar e-commerce sepatu yang sudah terverifikasi meroket popularitasnya, lantaran dapat memfasilitasi dan memberikan pengalaman berbelanja dengan aman serta efisien- yakni produk asli dapat dikirim langsung ke depan pintu hanya dengan beberapa klik.

Sneakerhead Indonesia harus segera bersiap menjemput kemudahan dalam menemukan ‘tangkapan’ yang didambakan, karena akan hadir pemain baru – Novelship, yakni platform e-commerce penjualan kembali sepatu yang sudah terpakai yang berbasis di Singapura dan akan memulai debutnya di pasar Indonesia.

Didirikan oleh dua sahabat pecinta sepatu di Singapura, Novelship bertekad untuk menjadi pemimpin pasar e-commerce sepatu kets berikutnya di Asia Tenggara, berhadapan langsung dengan pesaing mapan seperti Kick Avenue, dan memang seharusnya begitu. Novelship saat ini tidak hanya menawarkan koleksi sepatu kets edisi terbatas dan produk streetwear terbesar di Asia Tenggara, tetapi hingga saat ini, memiliki lebih dari 40.000 pengguna dengan lebih dari 10.000 transaksi yang berhasil, baru-baru ini mencapai pencapaian pendapatan bulanan US$1 juta.

Baca Juga:  Balap Lari Liar, Trend Baru Yang Dianggap Melanggar Hukum

Selain itu, meskipun mereka baru saja melangkah ke persaingan relatif, pada tahun 2016 di Q3, Novelship berhasil mengumpulkan dana awal sebesar US$2 juta. Hal ini menunjukkan betapa besarnya potensi untuk pertumbuhan eksponensial.

Novelship bertujuan untuk mengoptimalkan proses pembelian streetwear dan sneakers sehingga penggemar dapat dengan mudah membeli dan menjual 100% sneakers asli, deadstock, dan fashion streetwear online tanpa harus khawatir dengan barang palsu, yang pada dasarnya berfungsi sebagai perantara tepercaya untuk perdagangan sneakers. Setiap produk yang dibeli dan dijual diverifikasi, diautentikasi, dan diperdagangkan dengan aman oleh tim ahli.

Selain itu, Novelship memastikan penggunanya mendapatkan harga yang kompetitif dengan mengadopsi mekanisme daftar penawaran yang mempromosikan transaksi yang digerakkan oleh pasar – pembeli menawarkan harga tertinggi yang bersedia mereka bayar dan penjual menawarkan harga terendah yang bersedia mereka jual.