fbpx
banner

Neil Peart, Drummer Rush Meninggal Dunia di Usia 67 Tahun

11 Januari 2020 | Musik
Neil Peart, Drummer Rush Meninggal Dunia di Usia 67 Tahun

Kabar mengejutkan datang pagi ini, drummer dan penulis lirik utama band rock legendaris Rush, Neil Peart meninggal dunia di usia 67 tahun. Juru bicara keluarga, Elliot Mintz menyatakan, Peart meninggal pada Selasa 7 Januari lalu di Santa Monica, California, namun baru diumumkan ke publik pada Jumat waktu setempat.

Rush, band dimana Neil Peart bergabung selama 45 tahun, di akun Twitternya menyatakan, sang drummer meninggal akibat kanker otak dimana penyakit tersebut telah dideritanya selama tiga setengah tahun.

“It is with broken hearts and the deepest sadness that we must share the terrible news that on Tuesday our friend, soul brother and band mate of over 45 years, Neil, has lost his incredibly brave three-and-a-half-year battle with brain cancer,” tulis Rush di akun twitternya.

Tidak hanya menulis lirik dan bermain drum, Peart juga telah menulis sejumlah buku, salah satunya berjudul ‘The Masked Rider: Cycling in West Africa’ yang menceritakan perjalannya dengan sepeda motor di Kamerun.

Baca Juga:  Joji, Rich Brian, Higher Brothers Berkolaborasi Rilis “Midsummer Madness 20”

Sepanjang karier bermusiknya, Peart pernah 38 kali meraih penghargaan sebagai pemain drum terbaik versi majalah Modern Drummer. Ia mempengaruhi banyak pemain drum dunia, seperti Dave Grohl yang memuji kekuatan, presisi dan komposisi permainan Peart.

Pada 10 Agustus 1997, Peart kehilangan anak perempuannya yang baru berusia 19 tahun, Selena, karena kecelakaan tunggal saat dalam perjalanan ke universitasnya di Toronto. Lima bulan kemudian, istri Peart selama 23 tahun, Jackie Taylor meninggal karena kanker.  Peart sempat menyatakan pensiun dari Rush dan memutuskan menenangkan diri dengan berkeliling Amerika Serikat dengan sepeda motor. Peart menikah kembali pada 2000 dan kembali bergabung di Rush pada tahun 2001.