Nectura Hadirkan Album Kedua ‘Narasi Penantang Dari Lanskap yang Ditinggalkan (NPDLYD)’

16 Maret 2020 | Musik

Terbentuk di Ujungberung, Bandung pada tahun 2012, NECTURA kini berwujud menjadi sebuah band yang tegas bersikap mengusung perubahan dalam setiap karyanya.

Selepas album perdananya di tahun 2014 ‘Awake To Decide’, melalui beberapa perombakan formasi hingga sampai pada titik di mana ini bisa jadi salah satu formasi terbaik dengan adanya Abdul “Abah” Kandris dan Aulia Akbar sebagai penjaga tempo dan energi lagu, NECTURA kini semakin berwarna. Komunikasi musikal  antara 2 personil baru dan 3 personil lama yang masih dipegang oleh Agung “Owang” Suwandi (vocal), Irvan “Abo” Hardian (Gitar), dan Hinhin “Akew” Daryana (Gitar) termanifestasikan dalam album rilisan baru mereka di awal tahun 2020 ini.

Pesat melintang dari panggung ke panggung membuat mereka semakin solid on-stage dan off-stage. Sampai akhirnya di tahun 2020, NECTURA bekerjasama dengan PLAYLOUD RECORDS bersepakat untuk merilis sebuah album bertajuk ‘Narasi Penantang Dari Lanskap yang Ditinggalkan (NPDLYD)’.

Tajuk album yang cukup provokatif menjadi penanda bahwa mereka memang band baru, tetapi dengan muka lama yang sedemikian resahnya melihat bagaimana nilai pertemanan dan persaudaraan yang selama ini dijaga oleh komunitas metal di Indonesia semakin ambigu. Ambiguitas nilai ini menjadi pesan penting yang ingin disampaikan pada seluruh pelaku metal tanah air Indonesia tercinta ini dengan harapan menjadi autokritik bagi individu yang merasa dirinya pelaku metal.

Secara musikal di album kedua ini NECTURA berhasil keluar dari zona nyaman. Perpaduan American dan European metal masih bisa dididentifikasi dari setiap detil instrumen yang dimainkan. Teriakan vokal berbahasa Indonesia dengan diksi yang lugas akan memudahkan pendengar untuk menangkap pesan setiap lagu dari 8 (delapan) track yang disajikan.

Sedikit bocorannya sudah diunggah di media sosial NECTURA. Semua pelaku metal yang mempunyai keresahan yang sama dengan NECTURA seharusnya bisa tetap bertahan melawan tirani yang lambat laun akan mematikan kita, sudah semestinya kita saling rangkul dan dukung satu sama lain untuk menyatukan kekuatan karena “kita kawan bukan lawan”.

Jadi, jangan lupa untuk segera mengapresiasi album ke-2 mereka yang resmi dirilis pada tanggal 13 maret 2020 dalam format cakram padat (CD) dengan cover digipack bersamaan dengan beberapa merchandise pendukung lainnya.