fbpx
banner

Muram: Stoner dari Selatan Kalimantan

5 November 2019 | Musik
Muram

Kontributor: Richie Petroza

Secara mengejutkan, empat punggawa musisi independen Banjarmasin merilis secara resmi single mereka yang berjudul “Rimba Membara”, di bawah nama yang ekletik: Muram.

“Rimba Membara” rilis di kanal Youtube dalam bentuk video klip yang selo dalam studio. Namun musiknya yang padat dan liriknya yang ligat membuat video klip itu seolah bernyawa.

Lirik satir tentang pembakaran hutan yang sedang marak terjadi saat ini di Kalimantan, seolah menjadi teguran bagi sang pembakar. “Hey, kau sedang kuawasi. Awas kau!”, seolah klipnya ngomong gitu. Hehe.

Muram adalah Gorey (Vokal), Feri (Bass), Paboesky (Gitar) dan Aulia (Drum).

Sebelumnya mereka telah malang melintang di per-skena-an kota Banjarmasin dan sekitarnya. Melalui band mereka terdahulu, sebut saja; the Rindjink, Dead Bunny, Rock N Roll Jahat!, dan Carantivore.

Iya, mereka begitu hausnya dengan berbagai band. Semoga dahaga mereka terlepaskan di Muram. Muram, adalah master-piece musik independen Banjarmasin. Detik ini, Muram dengan “Rimba Membara”nya adalah yang terbaik dari yang pernah ada.

Baca Juga:  Grrrl Gang Rilis Vinyl dan Tampil di SXSW Untuk Kali Perdana

Sejak dirilis dini hari Senin, 4 November 2019, telah ditonton lebih kurang 560 views dalam waktu kurang 24 jam. Pencapaian lumayan, mengingat segala kurang dan dan daya promosi, serta di tengah laut para kaum senja dan generasi ambyar yang menyerang negara api.

Jika ditanyakan tiga kata yang mewakili Muram, maka kata yang tepat adalah: South Borneo, Stoner, dan Rock!