fbpx
banner

‘Moda Ekuator’, Album Kompilasi Eksperimental dan Alternative Dance Indonesia

26 Agustus 2020 | Musik
moda ekuator

Bertepatan dengan hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus yang lalu Pepaya Records bekerja sama dengan Dead Records merilis album kompilasi yang diberi judul  ‘Moda Ekuator’. Proyek album kompilasi ini menampilkan musik-musik elektronik post-club terpendam yang muncul dari ranah eksperimental dan/atau alternative dance yang ada di Indonesia.

Dalam album kompilasi ‘Moda Ekuator’ ini menampilkan dua belas unit yang dikurasi langsung oleh Aldo Ersan (Pepaya Records) serta Aditya Prayoga dan Catra Darusman dari Dead Records. Album kompilasi Moda Ekuator diramaikan oleh berbagai musisi dari berbagai daerah di Indonesia, dengan beragam jenis musik elektronik yang kaya akan eksplorasi beat dan bebunyian.

Mereka adalah ASAM, Mahesa Almedia, Interdimension Traveler, Individual Distortion, Random Brothers, False Neutral dan Batavia Strut yang mewakili Jakarta; Fraktal dan Jagajaga mewakili Bali; MXTXT yang dibentuk di Yogyakarta; Hxxmo dari Malang; dan TamaT berdomisili di Surabaya. Bagi para artis dan label yang terlibat dalam kompilasi Moda Ekuator, semangat dan kreativitas yang mereka tuangkan merupakan bentuk respons terhadap krisis yang ditimbulkan pandemi COVID-19.

Baca Juga:  Rapture Music Festival, Gelaran Untuk Pecinta Musik Hip Hop Sukses Digelar di Bali

Memanfaatkan live streaming/sesi pra-rekaman dan sistem kerja jarak jauh, artis maupun penggemar club-music memiliki kesempatan lebih untuk berkontemplasi dengan musik yang dibawakan. Mereka menyebutnya sebagai sebuah kondisi post-club.

Departemen visual dan desain ‘Moda Ekuator’ sendiri dikerjakan oleh Devi Nurgaha dan Dissa Kamajaya. Bagi yang penasaran dengan aneka musik elektronik dan alternative dance bisa berkunjung ke akun Bandcamp Dead Pepaya dan untuk akses lebih lanjut, silakan kunjungi pepayarecords.com.