fbpx
banner

Merespon Kerusakan Lingkungan, .Feast Rilis “Tarian Penghancur Raya”

19 November 2019 | Musik

Disesaki oleh asap polutan, dihantui ketakutan atas perubahan iklim, .Feast bersuara lewat singel terbaru “Tarian Penghancur Raya” pada hari Jumat 8 November 2019.

Jika beberapa bulan lalu .Feast membahas hubungan manusia dengan teknologi dan rumus-rumus yang mengatur masyarakat di Dalam Hitungan, di single keduanya menuju album terbaru, “Tarian Penghancur Raya” membahas hubungan antara manusia dengan alam, budaya, dan segala sesuatu yang dilahirkan oleh pertiwi jauh sebelum masyarakat menapaki bumi.

Di dalam Tarian Penghancur Raya, terdapat kekecewaan terhadap usaha-usaha masyarakat yang gagal dalam menanggapi perubahan lingkungan (baik alam dan budaya) secara bijak, juga kekecewaan terhadap diri sendiri yang hipokrit dalam menjadi konsumen budaya dan produk. “Berkaca ke banyaknya berita-berita tidak mengenakkan perihal kerusakan lingkungan dan ancaman kelangsungan untuk berbagai warisan budaya Indonesia belakangan ini, rasanya Tarian Penghancur Raya menjadi sebuah lagu yang relevan untuk dirilis sekarang. Ini kami tulis bukan hanya sebagai sebuah kritik terhadap keadaan secara umum, namun juga kepada diri kami sendiri,” ucap Baskara Putra. “Kita berlomba-lomba merusak seluruhnya yang asli dan asri, entah demi apa,” lanjutnya.

Baca Juga:  Kevin Hugo Rilis Single Perdana "A Letter To You"

Singel ini dibuka lewat suara gamelan di intro, .Feast seolah mengajak pendengarnya menari merespon keadaan tentang lingkungan belakangan ini. Grup musik yang terdiri dari Baskara, Awan, Adnan, Dicky, dan Ryo Bodat ini terdengar mengeksplorasi suara tetabuhan dalam lagu “Tarian Penghancur Raya”. Namun ciri khas .Feast seperti sound gitar yang bluesy masih terdengar. Departemen bass yang kali ini dieksplorasi dengan menggunakan sub bass namun progresinya masih terdengar familiar.

Begitu juga dengan vokal Baskara yang lugas menyanyikan lirik-lirik sarat kritik isu sosial. Aransemen dan komposisi lagu “Tarian Penghancur Raya” yang sudah tersedia di berbagai layanan musik digital seperti Apple Music, iTunes, Spotify, dan Joox digarap bersama oleh .Feast dan diproduseri oleh Wisnu Ikhsantama Wicaksana dan Baskara Putra.

Direkam dan di-mixing di studio Soundpole milik Wisnu Ikhsantama Wicaksana dan beberapa part gitar direkam dan dimainkan oleh Rayhan Noor. Sedangkan mastering-nya dikerjakan oleh Marcel James. Artwork dikerjakan oleh Mikael Aldo dari Sun Eater Studio. Lirik video sudah tersedia di channel Youtube milik record label Sun Eater, digarap oleh Sun Eater Studio.

Baca Juga:  Rilis Jadwal Tour Eropa, Joe Million dan Indra Menus Jajal Panggung Synchronize Festival