fbpx
banner

Menutup Tahun Bersama Festival Film Dokumenter di Jogja

18 November 2019 | Film

Pada tahun 2019, gelaran Festival Film Dokumenter (FFD) sudah menginjak usia yang ke-18. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2002, FFD tetap konsisten menjadi wahana bertemunya film-film dokumenter dari seluruh penjuru Indonesia maupun mancanegara.

Program kompetisi merupakan salah satu program utama dari perhelatan FFD tiap tahunnya. Program ini didedikasikan untuk mempresentasikan film-film yang mampu menangkap isu-isu aktual di sekitar kita, serta mampu memberikan perspektif yang kritis terhadap isu-isu tersebut.

Tahun ini kami telah menerima total 286 film pendaftar, yang kemudian diseleksi hingga terpilih 26 film dokumenter. Film-film tersebut dibagi sesuai kategorinya, yaitu kategori film dokumenter Panjang Indonesia, kategori film dokumenter Panjang Internasional, kategori film dokumenter Pendek, dan kategori film dokumenter Pelajar.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, FFD tidak hanya sekadar menyajikan kompetisi film dokumenter semata. Program pemutaran film, diskusi, dan edukasi turut dihadirkan oleh FFD sebagai ruang pengembangan dokumenter, medium ekspresi dan ekosistem pengetahuan. Ini sekaligus menjadi tempat interaksi antara pegiat film, akademisi, seniman lintas bidang, programmer, distributor, hingga pelajar sekolah.

Baca Juga:  Netflix Siapkan Serial Tentang Spotify

Total ada 15 program yang disajikan dalam FFD 2019, meliputi: Kompetisi; Perspektif; Spektrum; Docs Docs; Focus on Canada; Focus on Korea; Layar Lebar, Layar Kekerasan; Lanskap; Etnografi Indrawi; The Feeling of Reality (VR); SchoolDoc; DocTalk; Public Lecture; Lokakarya Kritik Film; dan Le Mois du Documentaire.