fbpx
banner

Menikmati Gelapnya Malam Bersama Single Terbaru Ariffatur “Selama”

4 Maret 2020 | Musik

Tiga lagu yang telah lahir dari seorang Ariffatur tak menyurutkan semangatnya untuk terus berkarya. Lagu terbaru kali ini yaitu lagu ke-empatnya berjudul “Selama” dan baru saja rilis pada 11 Februari 2020.

Proses produksi yang hanya memakan waktu kurang dari dua minggu ini dikerjakan oleh Tengku Ariy Dipantara yang merupakan pendiri Degil Production dan pemimpin redaksi Degilzine.com. Semua proses rekaman, mixing, dan mastering dilakukan di rumah kreatif Degil House – Creative Space kota Medan.

Sebelumnya, Arif telah menelurkan lagu “Diri” (2017), “Masih” (2019), dan “Dimana Dia Tuan” (2019). Proses rekaman kali ini sedikit berbeda. Jika sebelumnya dilakukan di recording studio, kali ini Arif bereksperimen dengan cara home recording di Degil House.  Semua itu dikerjakan di sela-sela waktu Tengku Ariy dkk mengelola creative space Degil House. Namun hal itu jua yang membuat Arif semakin bersemangat karena waktu dan keterlibatannya dalam proses produksi yang begitu dinamis. 

Baca Juga:  Joe Million dan Indra Menus Rilis Album Bertepatan Hari Diabetes Sedunia

“Selama” juga sedikit berbeda dengan lagu-lagu Arif sebelumnya. Kali ini, Arif memberanikan diri untuk mengisi varian musik yang beragam, seperti cello, biola, dan piano. Bukan hanya Tengku Ariy, piano juga dibantu oleh Simon the Mimong di dalam lagu ini. Arif yang kerap mendengar musik The Beatles, Efek Rumah Kaca, Silampukau, dan Payung Teduh ini berucap bahwa lagu “Selama” bercerita tentang keresahannya tentang hidup.

“Di kehidupan sehari-hari, aku banyak diberitahu apa yang harus ku lakukan, dan apa yang tidak boleh. Kesannya banyak tekanan. Tapi, aku gak bisa kasih respon kasar. Akhirnya, aku bikin deh lagu ini,” ungkap pria berkaca mata ini. “Syukur-syukur orang yang denger lagu ini awalnya mau nyerah dan putus asa akhirnya semangat lagi dan menjalani hidup lagi seperti biasa,” tambahnya.

Arif Fatur sudah mulai bermusik sejak tahun 2014 ketika ia menjalani studi di jurusan Filsafat UI Depok. Band pertamanya adalah Margie and The Copleston. Band yang berbasis di Depok ini telah merilis empat lagu di berbagai kanal daring, namun uniknya ada satu lagu yang masih belum bisa diunggah di media Spotify karena nama band mereka sama persis dengan salah satu band di Thailand. “Tau gitu kami gak ganti nama band jadi “Margie” aja,” ucapnya.

Baca Juga:  Creative Commons: Cara Melegalkan Karyamu Secara Gratis

“Margie and The Copleston masih tetap ada. Sekarang ini kami masih proses rekaman untuk lagu selanjutnya, dan jarak Depok – Medan gak mengurangi semangat kami, “ungkap Arif. Kepulangan Arif ke kota Medan di tahun 2016 memang tidak menyurutkan semangatnya untuk bermusik. Ia tetap berkarya dan membagikan pemaknaan hidup yang ia rasa untuk orang lain.