Mengenal GHB, Obat Anti Depresan Yang Kerap Beredar di Klab Malam

12 Januari 2020 | Gaya Hidup

Kasus pemerkosaan yang menjadi sejarah baru di Inggris belum lama ini oleh seorang WNI bernama Reynhard Sinaga pada akhirnya menyisakan sebuah pertanyaan: obat apa yang digunakan oleh pelaku untuk menidurkan korbannya? Jawabannya adalah GHB atau Gamma Hydroxy Butyrate.

Meskipun tidak dijual secara bebas dan termasuk zat yang dilarang, GHB sebenarnya sudah lama cukup populer peredarannya di klab malam di seluruh dunia.

Dilansir dari Drugs.com, GHB memiliki beberapa istilah lain yang lebih kekinian seperti Liquid X, Georgia Home Boy, Oop, Gamma-oh, Mils, G, Liquid G, dan Fantasy. Istilah-istilah ini biasanya diciptakan sebagai suatu kode bagi pengguna untuk mendapatkan atau mengedarkan obat ini secara bebas.

GHB adalah obat anestesi yang berbentuk cair, tidak berwarna dan tidak berbau yang mempunyai sifat menghambat sistem saraf pusat sehingga memberikan efek kantuk atau “menidurkan” pasien. Karena ciri khas obat ini, GHB sering dicampurkan ke dalam minuman calon korban pemerkosaan (date rape drugs).

Beberapa jenis obat sudah diklaim dapat mengurangi efek kecanduan dari sobat GHB seperti Benzodiazepin, Anti-hipertensi, atau anti konvulsan. Tetapi detoksifikasi dengan obat ini juga wajib di bawah pengawasan ahli-medis agar tercapai kesembuhan secara optimal dan signifikan.