fbpx

Manner House Rilis Debut EP “A Reminder Not Just For Me, Maybe”

18 November 2020 | Musik
Manner House Rilis Debut EP

Selama beberapa bulan terakhir kita sama-sama mengetahui bahwa telah terjadi penurunan produktivitas manusia akibat kondisi pandemi ini, hal tersebut membuat Manner House tidak dapat menjalankan beberapa rencana aktivasi secara langsung, dan tentunya tidak ada pertunjukan sama sekali. Namun, pengalaman baru itu mendorong mereka untuk merenung dan menjelajahi hakikat kehidupan yang bersumber dari kondisi yang tidak menyenangkan ini. Oleh karenanya, Manner House ingin membuat beberapa pengingat dari hasil kontemplasi di masa pandemi ini, yang mungkin tidak hanya berguna untuk diri mereka saja namun juga bisa berguna untuk orang lain di luar sana.

Beberapa pengingat itu akan mereka munculkan menjadi sebuah debut EP (extended play) yang akan dirilis pada jumat, 20 November 2020. EP ini akan berisikan 4 lagu, yang antara lain sebagai berikut:

  1. Please, Don’t Ever, Disappear (Rilis pada 4 September 2020)
  2. Forgotten Sea (Rilis pada 25 September 2020)
  3. Twisted Acolyte (Rilis pada 23 Oktober 2020)
  4. Apalah Waktu di Abad 21?

Bertujuan melengkapi sekaligus meresmikan perilisan debut EP mereka, maka pada Jumat, 20 November 2020 mereka akan melepas nomor terakhir yang berjudul Apalah Waktu di Abad 21? Kemudian sebuah foto personil Manner House yaitu Esa Prakasa dan Zulfikar Azhar berdandan menggunakan jubah dililitkan menutupi mulut yang merupakan hasil tangkapan Gerry Krisnandi didapuk menjadi artwork dari EP tersebut, kembali diperlihatkan bahwa ini adalah sebuah pengingat dari keadaan yang terjadi saat ini, dimana kita semua diharuskan menggunakan penutup mulut dan hidung (masker) dalam menjalani kehidupan sehari.

Dinukil dari beberapa rilisan pers sebelumnya, Manner House mencoba bereksperimen dengan melakukan hal yang sangat baru, mereka mengajak beberapa artist lain untuk berkolaborasi di setiap nomor yang termasuk dalam EP ini. Nomor pertama mereka menggaet Bagus Bhaskara seorang singer/song writer berbakat asal Bali yang saat ini menetap di Jakarta, menjadi featuring artist untuk track ke-1, kemudian Nisa Haryanti seorang singer/song writer berbakat asal Jakarta didapuk menjadi featuring artist untuk track ke-2, lalu Virdania, seorang singer/song writer berbakat asal Jakarta didapuk menjadi featuring artist untuk track ke-3.

Baca Juga:  Asa Sabu Rilis Single Baru Berjudul "Sebentar Saja"

Kolaborasi dengan lebih banyak orang dalam satu projek lagu dilakukan pada nomor terakhir dalam debut EP tersebut yang dirilis jumat, 20 November 2020, mereka mengajak ketiga artist yang sudah disebutkan sebelumnya ditambah satu singer/song writer berbakat asal kota Bandung, yaitu Fajar Daniwarsa atau lebih dikenal sebagai Bhanu Marais dan/atau sebagai vokalis dari band ILOA.

Menurut mereka, tidak munafik bahwa kolaborasi ini mereka lakukan dengan tujuan bisa saling berbagi exposure satu sama lain, disamping itu mereka ingin lebih bisa mengenal musisi-musisi lain secara lebih intim melalui proses penggarapan sebuah proyek secara bersama-sama. Karena keterlibatan secara kolektif menurut mereka bisa saling merangsang semangat kekaryaan dan produktivitas yang sudah mulai menurun, mengingat kondisi pandemi yang juga belum mereda sampai saat ini.

Pada nomor ke-4 ini Manner House memunculkan sebuah pertanyaan yang kerap kali muncul selintas di kepala namun tidak kita hayati lebih jauh. Mereka ingin mengingatkan diri mereka sendiri soal bersyukur atas waktu yang diberikan Tuhan kepada kita, karena terkadang sebagai manusia kita selalu lupa bagaimana mensyukuri hal tersebut.

Jika dilihat secara keseluruhan, EP A Reminder Not Just For Me, Maybe cenderung penuh warna. Ada begitu banyak perbedaan dari setiap lagunya, rasa yang berbeda, nuansa yang ditonjolkan berbeda, dan featuring artists yang berbeda setiap lagunya, namun hal itu yang mungkin menjadi ciri khas dari EP tersebut. Kejujuran dan kesederhanaan dalam menangkap momen dan menjadikannya sebuah karya yang utuh sebagai pengingat untuk diri sendiri dalam konteks merespon keadaan yang sedang dialami saat ini mungkin kata yang menjadi dasar dari terciptanya EP ini. Jujur dalam menangkap rasa kehilangan terhadap orang yang dicintai di masa lalu, proses berdamai dengan diri sendiri, proses mengakui kesombongan dan keangkuhan diri sendiri, lalu terakhir proses menyukuri berkah yang diberikan Tuhan terhadap manusia hingga saat ini.

Seperti halnya gradasi yang tadi disampaikan, dalam EP ini pendengar akan disuguhkan beragam nuansa mulai dari “Please, Don’t Ever, Disappear”, lagu berdurasi 2:52 yang disajikan dengan musik yang simpel dengan pemilihan sound yang cukup unik, mengandung nuansa penyesalan, pun juga kentara ada sebuah pengharapan yang begitu tulus tersampaikan untuk orang-orang yang sudah tidak bersama lagi saat ini. Kemudian dilanjutkan “Forgotten Sea” dengan durasi 4:03, disajikan berupa musik yang sederhana dengan balutan piano dan pemilihan sound yang membuat pendengar mengambang di dalamnya. Suasana yang tercipta di dalam lagu ini pun memiliki tingkat emosionalitas tinggi yang berbaur di dalam setiap not yang bersenandung di lagu ini.

Baca Juga:  Resmi, Hammersonic 2020 Diundur Tahun Depan Karena Wabah Corona

Setelah itu ada “Twisted Acolyte” dengan durasi 3:21, disajikan berupa musik yang dapat dikatakan cukup eksploratif dibandingkan dengan beberapa lagu Manner House sebelumnya. Sangat kental dengan suasana elektronik dipadu dengan nuansa gitar yang mampu berkompromi dengan irama electric-bass dan synth-bass. Terakhir ada Apalah Waktu di Abad 21? dengan durasi 4.06, disajikan berupa musik yang mengedepankan harmoni dari begitu banyaknya karakter suara artist yang terlibat, dengan balutan musik yang cukup sederhana namun menyodorkan beberapa kejutan di dalamnya, dan melalui repitisi yang cukup banyak di bagian reff mencoba memberikan sugesti terhadap pendenger tentang pertanyaan sekaligus jawaban yang mereka coba asumsikan dalam lagu tersebut.

Seperti rilisan sebelumnya, pada rangkaian perilisan debut EP ini mereka memberikan kesempatan untuk mendengarkan lagunya bahkan sebelum dirilis di platform musik digital manapun. Dimulai dengan memperdengarkan track ke-4 secara esklusif di GTV pada tanggal 14 November 2020, kemudian bekerja sama dengan Rumput Café untuk kembali menggunakan instalation box guna melakukan hearing session mengenalkan lagunya bahkan sebelum dirilis. Berbeda dengan nomor-nomor sebelumnya, jika biasanya hanya menempatkan satu lagu dalam box tersebut, sekarang mereka menempatkan keseluruhan track di dalam box tersebut, termasuk nomor terakhir yang belum mereka rilis, dan sudah mulai bisa didengarkan secara eksklusif hanya di Rumput Café mulai dari tanggal 15-20 November 2020.