fbpx
banner

M Bloc, Ruang Alternatif Baru Anak Muda Jakarta

29 September 2019 | Gaya Hidup

Ruang kreatif yang terletak persis di seberang Kejaksaan Agung RI tersebut kini bernama M Bloc, yang dibangun dari bangunan dan lahan Peruri yang sudah terbengkalai sejak tahun 2005 silam.

Pemanfaatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara PT Ruang Riang Milenial dan Peruri.

Head of Corporate Secretary and Strategic Planning Peruri, Eddy Kurnia, menjelaskan kegiatan ini merupakan pemanfaatan aset negara.

Sebanyak 16 rumah bekas karyawan berdesain asli Kebayoran Baru era 1950-an itu pun direnovasi sejak Mei lalu untuk dimanfaatkan sebagai ruang niaga.

Kurang lebih sebanyak 65 persen dari belasan rumah yang direnovasi itu menjadi ‘lapak’ dari para pengusaha kuliner lokal, sedangkan sisanya menyajikan produk selain makanan.

“Ini optimalisasi aset Peruri, ada banyak aset, yang terbesar di sini. Ini bertahap,” kata Eddy saat konferensi pers di M Bloc, Jakarta Selatan, Kamis (26/9).

Selain itu, ada pula bekas gudang percetakan seluas 900 meter persegi yang direnovasi menjadi dua ruangan. Pertama, restoran seluas 450 meter persegi dan yang kedua jadi ruang pertunjukan dengan luas yang sama.

Baca Juga:  Destinasi Instaworthy di Dubai yang Wajib Dikunjungi

Program director M Bloc, Wendi Putranto, menjelaskan ruang pertunjukan sudah dirancang dengan sistem akustik agar penampilan musik bisa berlangsung sesuai standar pertunjukan dan memiliki kapasitas penonton sekitar 300 orang.

Bila ruang kreatif ini sudah beroperasi, Wendi berharap setiap hari akan ada musisi atau kegiatan seni panggung lain yang tampil. Ia memprioritaskan ruang pertunjukan M Bloc untuk musisi atau seniman yang tidak memiliki tempat untuk pentas.

“Disini tidak ada pertunjukan band Top 40 karena mereka sudah banyak tempat untuk tampil di mana-mana” kata Wendy.

Bukan hanya dengan Peruri, PT Ruang Riang Milenial juga menerapkan bagi hasil kepada pengisi 16 ruang niaga dan setiap musisi yang tampil. Dengan begitu, mayoritas acara musik di M Bloc adalah acara berbayar.

“Perlu diketahui band Indonesia cukup dimanja sponsor, penonton konser disubsidi sponsor. Di sini kami ingin mencari penggemar musik sejati yang dukung musisi idola dan yang rela keluarkan uang untuk menonton mereka” tutup Wendi.

Baca Juga:  Data Pengguna Instagram, YouTube dan TikTok Diretas