Lulusan Kampus Terkenal Lebih Mudah Diterima Kerja?

16 Maret 2020 | Gaya Hidup

Ketika lagi nge-scroll iklan lowongan kerja, kamu mendadak semangat banget karena ketemu lowongan yang posisi dan job requirements yang cocok dengan kamu. Tapi pas dibaca-baca lagi, ternyata perusahaan yang merekrut lebih prefer ke kandidat yang merupakan lulusan dari kampus ternama.

Pasti kecewa banget, karena kamu—lulusan dari kampus yang akreditasinya kurang—secara tidak langsung merasa being judged bahwa lulusan kampus kurang terkenal itu nggak layak untuk kerja di perusahaan tersebut, padahal ‘test drive’ aja juga belum. Biasanya sih, perusahaan yang punya peraturan seperti itu dalam rekrutmen adalah perusahaan besar. Tapi, JobStreeters tahu gak sih kenapa perusahaan ini lebih prefer merekrut lulusan kampus terkenal?

Tidak salah kalau para hirer menganggap bahwa lulusan dari perguruan tinggi terkenal mempunyai kualitas yang baik, karena mengingat ujian masuknya yang cukup sulit. Ditambah lagi, perguruan tinggi yang dengan reputasi baik mempunyai tenaga pengajar yang berkompeten dan nilai ekspetasi akademi yang cukup tinggi untuk memacu persaingan antar mahasiswa agar mendapat nilai yang tinggi. Selain itu, perguruan tinggi yang berakreditasi A mempunyai fasilitas yang baik dan lengkap untuk menunjang kemampuan para mahasiswanya dalam belajar.

Terdapat alasan lain yang mungkin cukup bikin kalian kesel. Karena banyaknya kandidat yang melamar di perusahaan tersebut, maka cara hirer mensiasatinya yaitu dengan mengutamakan lulusan dari kampus terkenal dengan IPK yang tinggi ketika proses screening agar lebih mempermudah dan mempercepat proses hiring. Apalagi jika posisi yang dilowongkan untuk fresh graduate yang minim pengalaman, maka cara yang paling cepat ya itu tadi. Kecuali untuk posisi pengawas atau manajer tentunya seleksinya akan lebih ketat.

Faktor lain yang tak kalah bikin kita semua terdiam terpaku adalah karena kuatnya ikatan alumni kampus. Contohnya yaitu seorang rekruter atau user yang merupakan lulusan Universitas Badak Lampung. Mereka akan cenderung merekomendasikan lulusan dari kampus tersebut karena merasa kampus tersebut akan menghasilkan lulusan dengan karakter yang cocok dengan mereka, atau sekedar fanatisme buta sebagai alumni kampus.

“Nah kalo gini susah dong kesempatan buat kita-kita yang lulusan dari kampus biasa”

It’s difficult. But not impossible.

Kalau dilihat dari alasan hirer di atas ya memang susah sih. Tapi JobStreeters, banyak jalan menuju Roma kok. Walaupun ada dari kalian yang tidak beruntung karena cuma lulusan dari kampus biasa, tapi bukan berarti kalian tidak punya kesempatan untuk bekerja di perusahaan besar.

Caranya bisa dimulai dari diri sendiri, yaitu meningkatkan kualitas kamu sebagai lulusan dengan cara aktif mengikuti kegiatan-kegiatan kampus, namun bukan hanya sekedar aktif, tapi ikut ambil bagian dalam pergerakan kegiatan organisasi tersebut. Atau ikut kegiatan volunteer Dari hal itu, kamu dapat mengembangkan soft skill seperti kepemimpinan, kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan, menganalisa situasi kondisi, dan lain-lainnya.

Selain kegiatan kampus, kamu juga disarankan untuk mengikuti kegiatan volunteer. Mungkin bisa diikuti pada saat liburan semester agar tidak mengganggu waktu perkuliahan. Kamu bisa ikut volunteer yang diadakan oleh komunitas-komunitas kecil hingga NGO yang cukup terkenal. Ingat, ikut kegiatan ini jangan berorientasi sama uang, tapi manfaatkan kegiatan volunteer untuk memperluas koneksi kamu dengan orang-orang di sana. Karena siapa yang bakal nyangka, tiba-tiba kamu bakal ketemu sama sesorang yang kerja di perusahaan besar, kamu akrab sama dia dan ditanggapi dengan positif. Nama kamu mungkin saja dimasukkan ke perusahaannya atas refrensi.dari orang itu. Pengalaman volunteer juga berguna untuk menambah ‘isian’ di CV kamu, apalagi untuk fresh grad yang belum punya pengalaman kerja. Karena para hirer akan menilai lulusan baru dari pengalaman organisasi dan non-formal.

Cara terakhir adalah yaitu dengan mengikuti magang. Pengalaman ini belum tentu dipunyai oleh lulusan-lulusan dari kampus top yang merasa pede akan di-hire hanya karena almamaternya. Oleh karena itu manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan untuk magang, karena jika hasil magang kamu baik, kamu bisa memberikan refrensi kerja kepada para hirer untuk dapat dihubungi. Peluangmu lebih besar apabila tempat magangmu adalah di perusahaan besar dan terkenal.

Kalo kata Patrick Star, hidup itu memang gak adil, jadi biasakanlah dirimu. Kalo emang kamu bukan lulusan kampus yang bergengsi, tentunya harus ada effort lebih yang harus dikeluarkan supaya bisa bekerja di perusahaan besar yang kamu idam-idamkan.