fbpx

Lola Zieta, Cosplayer Seksi Yang Panseksual

2 November 2020 | Gaya Hidup
Lola Zieta

Beberapa waktu yang lalu sosok Lola Zieta menjadi perbincangan di jagat maya karena keberhasilannya menjuarai kompetisi cosplay Cyberpunk dalam Tokyo Game Show 2019.

Pemilik nama asli Lola Zieta Azelien ini merupakan perempuan kelahiran Blitar, Jawa Timur, 17 Maret, 21 tahun silam yang kini berdomisili di Yogyakarta.

Lola Zieta tergabung di perhelatan Cosplay Competition Night pada event Tokyo Game Show 2016 berkat terpilih sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia melalui ajang Clash 2016.

Dara cantik yang menghabiskan masa kecilnya di Tanjung Enim – Sumatera Selatan ini amat menggemari video games, selain hobi menggambar, baca komik, mixing lagu, bermain voli, dan tentunya cosplay itu sendiri yang ditekuni hingga saat ini.

Baginya, cosplay itu challenging dan juga sangat menarik. Dunia cosplay merupakan hal baru bagi Lola. “Kalau menemukan karakter yang menurut saya keren dan sosoknya pas dengan saya, why not?!” ujar Lola.

Lola Zieta

Sejauh ini sudah sekitar 20 event lebih yang diikuti Lola Zieta, termasuk Tokyo Game Show 2016 yang paling berkesan baginya karena merupakan pertama kalinya mendapat kesempatan tampil di Negeri Sakura.

Baca Juga:  All New Shadow Memimpin Tren Terbaru Bersama Women’s Air Force 1s

Karakter-karakter yang pernah dibawanya sejauh ini dan juga yang pernah tampil di stage antara lain: Tifa Lockhart – FF7 Advent Children, Han Juri – Street Fighter V, Rias Gremory – Highschool DxD, Super Sonico – SoniAni, Yoko Littner – Gurren Lagann, Pavlichenko (female) dan Mai Shiranui – King of Fighters (Tokyo Game Show 2016).

Diluar kariernya sebagai seorang cosplayer, Lola Zieta sempat memberikan pernyataan yang sangat mengejutkan saat menjadi bintang tamu di video YouTube milik Deddy Corbuzier.

Lola Zieta mengaku jika dirinya adalah seorang panseksual, bahkan cosplayer terkenal itu mengatakan jika ia pernah melakukan hubungan badan dengan seorang wanita.

“Panseksual tidak sama dengan biseksual. Pan berasal dari bahasa Yunani yang artinya semua. Panseksual bukan biseksual tetapi semua seksual. Ini artinya, seorang panseksual bisa tertarik dengan pria, wanita, transgender atau orang yang memilih untuk tidak mengidentifikasi gender mereka,” terang terapis seks dan perkawinan Holly Richmond, PhD. seperti yang dilansir dari Detik.com.

Richmon menambahkan panseksual sendiri tidak bisa dikaitkan dengan pergaulan bebas. Pasalnya meski tertarik dengan siapa pun, seseorang yang menderita panseksual akan sangat pemilih.

Baca Juga:  M Bloc, Ruang Alternatif Baru Anak Muda Jakarta

Kata panseksual sendiri sudah dikenal sejak beberapa tahun yang lalu. Namun kata itu muncul pertama kali sejak 1914 silam dalam Journal of Abnormal Psychology.

Seorang pakar bernama J. Victor Haberman mengatakan jika panseksual berawal dari mental yang berubah menjadi seksual. Sayangnya kata panseksual belum sepenuhnya dipahami.