fbpx
banner

Lisa BLACKPINK Menjadi Korban Pelecehan Seksual di Thailand

12 Januari 2020 | Musik
Lisa BLACKPINK

Salah satu anggota grup girlband Blackpink, Lalisa Manoban atau Lisa belum lama ini mengalami peristiwa yang tidak mengenakan saat mengunjungi negeri Gajah Putih, Thailand. Perempuan kelahiran 27 Maret 1997 ini mengalami pelecehan seksual secara online dari pemilik kafe di tanah kelahirannya di Bangkok.

Pelecehan seksual itu terjadi sesaat setelah Lisa sempat melakukan pemotretan bersama teman-temannya di sebuah kafe bernama MQQN Cafe di Bangkok. Sang pemilik kafe berusaha ‘menjual’ semua benda yang dipakai Lisa saat itu lewat akun media sosialnya.

Awalnya ia berniat menjual sebuah sofa yang telah diduduki oleh Lisa. “Seseorang menawarkan saya 100 ribu baht untuk kursi yang diduduki Lisa dalam foto tersebut, tapi saya tak puas dengan harganya,” tulis pemilik kafe dikutip dari AllkPop.

Tidak hanya sofa, kemudian ia menjual gelas yang Lisa pakai, makanan sisa, sendok, pisau, bahkan serbet yang dipakainya saat itu. “Kami juga punya gelas dan sendok yang dia pakai,” tulis pemilik kafe dilansir dari SCMP, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.

Baca Juga:  Low Pink Kembali dengan Dua Lagu Baru

Banyak penggemar Blackpink, Blink, yang merasa jika perlakuan pemilik cafe dan orang yang ikut berkomentar tersebut sebagai salah satu tindakan pelecehan seksual.

Puncaknya, para Blink melakukan boikot terhadap cafe tersebut. Mereka juga menyuarakan hal ini di lini twitter dengan tagar #LowlyMQQNcafe yang sempat trending Jumat (3/1) lalu.

“Saya tak pernah menyangka pemilik kafe bisa serendah ini, memalukan. Sekalipun Lisa bukan orang terkenal, tetapi hanya perempuan biasa yang jadi pelanggan Anda, saya pikir Anda tak pantas bicara soal hal memalukan ini di belakangnya. Dan faktanya bahwa dia terkenal, Anda harus menghormatinya,” tulis salah satu netizen.

“Saya minta maaf karena unggahan negatif. Saya meminta maaf kepada Lisa dan semua orang yang terlibat,” tulisnya, “Kita semua cinta dan mengagumi Lisa. Saya minta maaf tentang apa yang terjadi. Saya minta maaf lagi.”