fbpx
banner

Kisah Dibalik Kacrutnya Lokatara Music Festival, Tragedi Panggung Hiburan Indonesia Babak Kedua

26 November 2019 | Musik

Setelah tragedi festival musik lokal terbesar di masa nya, Locstock Fest 2 di Jogja pada tahun 2013 dimana saat itu ketua panitia Yoga Cahyadi, Ketua Panitia tewas setelah menabrakkan diri ke kereta karena tidak sanggup melunasi pembayaran performer dan menjadi korban bullying massal di media sosial, kali ini cerita buruk kembali datang di dunia pertunjukan panggung Indonesia dan menjadi babak kedua dari kacrutnya festival musik: Lokatara.

Lokatara Music Festival bisa dibilang menyajikan pertunjukan musik dan beragam aktivasi untuk anak muda dengan beragam line up Internasionalnya, namun menyisakan banyak cerita buruk di belakangnya dan bisa dibilang menjadi salah satu festival musik yang gagal di Indonesia.

Tahun ini, Lokatara Music Festival gagal menyajikan penampilan dari 6 headliner internasionalnya, dikarenakan permasalahan visa. Selain itu pemindahan venue secara mendadak juga patut digaris bawahi, karena alasan pemindahan venue dari Istora Senayan ke Kuningan City Ballroom, Jakarta juga belum bisa dikonfirmasi ke pihak panitia hingga berita ini diterbitkan.

Baca Juga:  'Pieces That Fit' Album Kolaborasi Bottlesmoker dan Stars and Rabbit

Sales, Gus Dapperton, Great Good Fine OK dan Sophie Meiers, Alextbh dan The Drums di hari H pertunjukan tiba-tiba mengeluarkan pengumuman bahwa mereka tidak akan tampil di Lokatara Music Festival 2019 dikarenakan pihak panitia belum melunasi pembayaran dan juga visa mereka.

Hal ini tentu memicu kemarahan dari para penonton yang sudah membeli tiket, dimana mereka serentak meminta refund dan memboikot pertunjukan, dimana kurang lebih hanya ada sekitar 200 penonton saja yang tetap rela datang dan menonton Festival yang hanya serupa dengan pertunjukan musik skala pensi karena line up di isi dengan performer lokal saja.

Nasib sial ternyata juga menghampiri Peachy! yang merupakan salah satu artis internasional yang tetap nekat tampil malam itu, paspornya disita oleh pihak imigrasi karena masalah visa yang belum selesai. Kejadian ini sebenarnya terjadi juga di Lokatara Music Festival 2018, dimana pihak imigrasi juga menjemput paksa Boy Pablo yang juga bermasalah dalam urusan visa, namun saat itu berhasil di tutupi oleh pihak panitia hingga kasus nya tidak ter blow up oleh media dan musisi lain yang juga tampil.

Baca Juga:  Interview: Menyoal Ide Untuk Selalu Tumbuh dan Berkembang dari Erix Soekamti

Semoga kedepannya dengan adanya kejadian ini untuk semua promotor dan Event Organizer musik di Indonesia harus lebih berhati-hati dan matang lagi dalam mengakomodir para performer dan juga segala sesuatu hal teknis yang berhubungan dengan seni pertunjukan khususnya musik, karena kejadian seperti ini dapat memberikan citra buruk di negara Indonesia dimata para musisi internasional.

https://www.instagram.com/p/B5PiZvSncd7/?utm_source=ig_web_copy_link