fbpx
banner

Ketika Musik Remix Menjadi Raja di Platform YouTube Saat Ini

23 September 2019 | Musik

Siapa yang sangka jika musik remix memiliki pasar yang sangat luas dan potensial di Indonesia, apalagi di YouTube? Sadar atau tidak, musik funkot dan breakbeat bisa dibilang memiliki segmentasi yang sangat luas di platform video streaming terpopuler YouTube.

Berdasarkan data yang didapat, setelah musik-musik populer dan cover song, remixer menduduki peringkat ketiga dari total pendengar musik di YouTube Indonesia. Sebut saja Nofin Asia yang lagu remix nya beberapa kali menjadi trending di YouTube Indonesia, karena sangat populer oleh pengguna TikTok dan Bigo dimana video-video tersebut turut diunggah ke situs YouTube.

Hal ini bisa terjadi karena segmentasi mayoritas pendengar musik di Indonesia masih di kelas tersebut (C-D), sehingga musik-musik demikian bisa lebih mudah diterima di telinga daripada musik-musik populer ataupun indie yang banyak di kenal di kota-kota besar saja. Apakah ini buruk? Bisa jadi iya, bisa jadi tidak.

Masalah hak cipta tentu menjadi perhatian khusus bagi para musisi remix ini, karena kebanyakan dalam mengkomposisi musiknya si musisi tidak melakukan ijin resmi terhadap pemilik lagu, terlebih soal pendistribusian royalti dari keuntungan streaming digital yang didapat.

Baca Juga:  Selamat Tinggal: Cinderamata Terakhir Dari Daramuda

Namun tidak semua melulu ilegal, sebagai contoh untuk lagu “Syantik” milik Siti Badriah ataupun lagu “Sayang” yang dipopulerkan oleh Via Vallen sendiri memiliki sangat banyak versi remix, dimana lagu-lagu tersebut sudah mengantongi ijin untuk di reproduksi ulang dalam format remix.

Sebagai anak muda dan pendengar musik, bagaimana menurut kalian melihat fenomena yang sedang terjadi di Indonesia ini? Apakah trend ini masih akan berjalan panjang dan menjadi gambaran untuk industri musik kedepannya di Indonesia?