fbpx
banner

Karya Terakhir Basquiat Dilelang

4 Juli 2020 | Seni
Karya Jean-Michel Basquiat

Jean-Michel Basquiat siap untuk melanjutkan ketenarannya di pelelangan musim panas ini. Bersama dengan lukisan bertajuk “Noel” karya Joan Mitchell, yang akan dilelang dan diperkirakan memiliki harga antara US$9,5 juta hingga US$12,5 juta.

Phillips selaku penyelenggara lelang ini akan memajang lukisan monumental oleh Jean-Michel Basquiat untuk dilelang dalam Contemporary Evening Sale mendatang. Karya lukisan yang memiliki ukuran enam kali sebelas kaki, dan berjudul “Victor 25448” pernah ditampilkan di pameran tunggal terakhir Basquiat sebelum kematiannya pada tahun 1988 di galeri Vrej Baghoomian, New York. Hasil karya Basquiat tersebut diperkirakan akan memiliki harga berkisar antara US$8 juta dan US$12 juta. Nantinya hasil dari penjualan karya akan diserahkan kepada Art for Justice Fund, sebuah inisiatif yang didanai oleh kolektor Agnes Gund yang berfokus pada penahanan massal dan pembuatan karya seni.

Lukisan berskala besar yang dalam pengerjaannya dilakukan di sebuah kanvas ini, pertama kali terlihat di sebuah pasar seni lewat Galeri Tony Shafrazi yang terletak di New York. Di mana kolektor Peter Brant lah yang pertama kali mendapatkannya. Kemudian dalam perkembangaanya, lukisan ini masuk ke dalam sebuah pelelangan bernama Christie’s New York contemporary, pada bulan Mei 2008, dan Brants berhasil menjualnya seharga US$3,5 juta, di mana ia gagal memenuhi perkiraan penjualan sebesar US$4,5–US$6,5 juta.

Baca Juga:  ARTJOG 2020 Hadir Dengan Tema RESILIENCE

“Semua karya Basquiat, secara langsung atau tidak langsung, mengekspresikan identitasnya sebagai seorang pria kulit hitam di dunia seni putih yang mendominasi. Victor 25448 merujuk pada kebrutalan yang diderita orang-orang kulit hitam dalam berbagai bentuk dan juga merupakan refleksi dari diri Basquiat.” Terang Manley (Phillips deputy chairman and worldwide co-head of 20th century and contemporary art) yang dilansir dari situs artnews.com.

Menurut Manley, karya Basquiat banyak bersumber dari sejumlah tanda yang digunakan dalam lukisan di buku sebuah panduan untuk desainer grafis bernama Sourcebook Henry Dreyfuss 1972. Secara khusus, Basquiat berpikir tentang “hobo sign” yang digunakan oleh para tunawisma untuk saling memperingatkan tentang daerah yang berbahaya. “Ada beberapa tanda yang digunakan dalam lukisan ini,” kata Manley. Dia melanjutkan, “tanda-tanda lain yang ada yaitu ‘A Beating Awaits You Here’ dan ‘Fatal Injury’ yang tampaknya merujuk pada gambar sosok yang telah menderita karena sebuah bentuk  kebrutalan.”

Baca Juga:  Kebon Studio Yogyakarta: Signature Bagi Filmmaker Itu Penting

Jean-Michel Basquiat (lahir di Brooklyn, New York, 22 Desember 1960 – meninggal 12 Agustus 1988 pada umur 27 tahun) adalah seorang seniman berkebangsaan Amerika Serikat. Pertama kali dia memulai karir sebagai seorang seniman grafiti saat di Kota New York pada tahun 1970-an dan berkembang menjadi seorang pelukis ekspresionis dan neo-primitif. Sepanjang karirnya, Basquiat berfokus pada “dikotomi sugestif,” seperti kekayaan versus kemiskinan, integrasi terhadap segregasi, dan pengalaman batin versus luar.

Karya Basquiat yang dimanfaatkan merupakan sinergi perampasan, gambar puisi, dan lukisan, yang dikawinkan dengan teks dan gambar, abstraksi dan figurasi, dan informasi sejarah dicampur dengan kritik kontemporer. Memanfaatkan komentar sosial sebagai “batu loncatan untuk kebenaran yang lebih dalam tentang individu”, lukisan Basquiat kadang menyerang struktur kekuasaan dan sistem rasisme. Sementara puisinya yang akut menohok ranah politik dan langsung dalam kritik mereka terhadap kolonialisme dan ekspresi dukungan untuk perjuangan kelas bawah.