fbpx

Jon Kastella Rilis Single Bersama Pusakata “Tamasya Kota”

2 Agustus 2021 | Musik

Jumat, 30 Juli 2021 menjadi penanda lahirnya single kolaborasi Jon Kastella dan Pusakata. Lebih kurang dua tahun sejak single tersebut digarap bersama dan menemui beberapa kendala, terutama saat pandemi yang tiba-tiba datang, sehingga mereka berdua memutuskan untuk menunda perilisan single tersebut.

“Tamasya Kota” adalah sebuah karya Jon Kastella yang diciptakan medio 2016 dan kali pertama dipersembahkan kepada khalayak tahun 2017. Pertemuan tak dinyana dengan pusakata berawal ketika Tamasya Kota ditampilkan di IG TV Jon Kastella dan mendapat apresiasi pusakata.

Selanjutnya tak butuh waktu lama buat mereka mewacanakan untuk berkolaborasi. Dalam prosesnya lagu tersebut dibantu oleh Arman Chaniago pada kendang, Adhitya Pratama untuk bass serta string section oleh Alvin Witarsa. Sedangkan untuk mixing dan recording dipercayakan kepada Daniel Samarkand. 

Tamasya Kota pertama kali dirilis di kanal Youtube Pusakata dengan menggandeng Dek Lestari untuk membuat video liriknya. 

Tamasya Kota dalam Perspektif Pusakata

Air mata saya menetes hingga mengalir ketika mendengarkan lagu Tamasya Kota untuk pertama kali. Saya terhenyak, kembali diingatkan lagi bahwa kekuatan besar sebuah keluarga hadir dari kesederhanaan dan wibawa masing-masing anggotanya. Terutama ibu dan ayah. Bangsa yang masih belajar bersikap ini butuh banyak lagu yang kuat seperti ini.

Baca Juga:  ATSEA Berikan Tribut untuk Personel Terdahulu dalam “Years 2 Keep”

Untuk jadi bekal awal masing-masing keluarga untuk hidup sederhana. Jauhkan segala hal menyilaukan dalam keluarga. Masakan ibu, ketulusan ayah. Kebersamaan yang terjaga. Itu pesan utamanya. Kalian yang mendengarkan lagu ini harus bersyukur, Jon Kastella berhasil meramu kembali formula bahagia dalam segala keterbatasan yang sebenarnya selalu kaya tanpa batas ini.

Allah menciptakan  kita kaya. Maka jangan pernah merasa miskin. Apalagi miskin prilaku dan pikiran.

Satu masa terjadi berkata sang Ayah

Siapakah sekali tempo tak ingin tamasya?

Bukanlah kemewahannya begitu rupa

Namun sepadan megahnya gembira kita


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *