fbpx

Jenis Makanan Appetizer, Main Course, dan Dessert, Apa Bedanya?

21 Juli 2021 | Gaya Hidup

Bicara soal table manner, kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan berbagai tata cara dan sikap dalam jamuan resmi, bukan? Salah satu yang tidak kalah penting dan menariknya untuk dibahas ialah jenis makanan dan urutan yang tepat untuk menyantapnya.

Appetizer, main course, dan dessert merupakan tiga istilah untuk jenis makanan yang disajikan dalam bentuk, porsi, dan urutan yang berbeda. Selain sebagai aturan dalam table manner, ketiga hidangan ini juga biasa dikenal sebagai makanan kontinental.

Makanan kontinental sendiri merupakan hidangan yang berasal dari daratan Eropa, seperti Prancis, Jerman, Italia, dan lainnya. Cara penyajian makanan kontinental pun terdiri dari tiga hidangan, yaitu hidangan pembuka, makanan utama, dan hidangan penutup.

Penggunaan istilah appetizer, main course, dan dessert memang berasal dari kebudayaan masyarakat Barat, yang cenderung menyukai hidangan dengan banyak variasi. Kebiasaan ini pun disebut dengan istilah full course meal atau makanan dengan menu yang lengkap.

Tidak hanya menjadi istilah dalam full course meal, urutan ketiga hidangan ini juga menentukan makanan yang akan disajikan chef kepada para tamu dan pengunjung.

Hidangan Pembuka (Appetizer)

Rangkaian pertama dari full course meal adalah appetizer alias hidangan pembuka. Dalam Bahasa Inggris, appetizer diambil dari kata appetite yang berarti nafsu makan. Makanan pembuka ini memang ditujukan untuk merangsang nafsu makan, dan disajikan sebelum tamu menikmati hidangan lainnya.

Baca Juga:  Kenyamanan, Tren, dan Gaya, Menjadi Kesatuan Nyata dalam Nike Icon Clash

Sebagai pembangkit selera makan, appetizer akan disajikan dalam porsi yang kecil berkisar antara satu hingga dua gigitan alias bite size. Selain itu, appetizer idealnya memiliki rasa yang ringan, enak, dan menyegarkan dengan tampilan menarik.

Hidangan pembuka dapat disajikan dalam keadaan panas ataupun dingin dengan bobot 50 – 100 gram per porsinya. Untuk cold appetizer sendiri, hidangan disajikan dalam keadaan dingin atau segar, seperti salad buah, salad sayur, koktail, sorbet, dan lainnya.

Sementara itu, hot appetizer dihidangkan melalui proses pemasakan dan disajikan dalam keadaan panas. Beberapa contohnya seperti risoles, kroket, dan sup.

Makanan Utama (Main Course)

Main course dapat disebut sebagai hidangan pokok atau inti di antara kedua menu lainnya. Dengan porsi paling banyak dan padat, main course memang bertujuan untuk mengenyangkan para tamu.

Hidangan utama yang juga dikenal dengan istilah main dish atau groce piece ini mencakup berbagai komposisi. Beberapa di antaranya ialah komposisi hewani, sayuran, garniture atau kentang, dan saus.

Komposisi hewani sendiri dapat berasal dari berbagai jenis, seperti steik, daging ayam, hingga hidangan laut. Sementara sayuran yang dihidangkan merupakan sayuran kontinental, seperti brokoli, bunga kol, buncis, asparagus dengan porsi 75 gram.

Baca Juga:  Identifikasi Risiko dengan Memahami 3 Tren Ancaman Siber Ini

Untuk komposisi karbohidrat sendiri, kentang bukanlah satu-satunya pilihan, melainkan dapat juga berupa pasta dan nasi menyesuaikan komponen main course lainnya.

Hidangan Penutup (Dessert)

Hidangan penutup atau dessert dikenal sebagai makanan pencuci mulut karena fungsinya untuk menghilangkan aroma atau rasa amis dari hidangan sebelumnya. Karena itu, dessert biasa disajikan dengan cita rasa yang manis dan menyegarkan.

Seperti appetizer, dessert juga hadir dalam dua bentuk, yaitu cold dessert dan hot dessert. Cold dessert disajikan dalam keadaan dingin dengan suhu 10-15 derajat celcius, seperti puding, es krim, pai buah, dan lainnya.

Sementara hot dessert disajikan dalam temperatur panas atau hangat dengan suhu sekitar 60 derajat celcius. Bentuknya dapat berupa pancake, banana flambe, souffle, dan apple pie. 

Itu dia penjelasan singkat tentang jenis makanan dalam full course meal yang terdiri dari appetizer, main course, dan dessert. Dengan pengetahuan dasar terkait urutan dan jenis makanan ini, kamu dapat menerapkannya jika sewaktu-waktu diperlukan, khususnya dalam urusan karier di masa mendatang.