Interview: Melihat Sisi Personal Yacko Sebagai Seorang Rapper Perempuan

Bagikan:

Dunia musik Rap dan Hip Hop nampaknya tidak lekang oleh zaman, begitu juga di Indonesia. Selain sosok Iwa K, di Indonesia sendiri memiliki seorang rapper perempuan, Yani Oktaviana atau sebut saja dia Yacko.

Berikut ini wawancara singkat kami dengan Yacko mengenai kisahnya di industri musik tanah air dan juga sosoknya sebagai salah satu representasi rapper perempuan di Indonesia.

Halo Yacko, Bisa diceritakan awal mulanya terjun ke dunia Rap/ Hip Hop dan kapan memulai karier dengan menggunakan nama “Yacko”? Apa Makna dari “Yacko”?

Awalnya tahun 93, musik rap lagi masuk deras-derasnya ke Indonesia terutama radio yang di masa itu merupakan satu-satunya media selain majalah untuk mengenali dunia hip hop. Terus mulai belajar nge-rap dengan cara menghafalkan lirik-lirik lagu rap yang diputar di radio. Caranya direkam pake kaset bekas terus diputar ulang sambil nulis dan hafalin lirknya.

Pakai nama Yacko karena memang nama panggilan aja. Sahabat dari SD yang kasi karena katanya nama asli terlalu fenimim (Yani Oktaviana) sementara gue orangnya lebih brutal hahahah. 

Mengapa memilih Genre dan gaya musik Rap/Hip Hop?

Gue suka berawal dari beatnya, bisa bikin kepala ngangguk-ngangguk dan powernya juga ada di sound bass dan drums. Selain itu liriknya powerful juga. Plus ditambah all the hustling phylosophy. Seperti halnya hidup, hip hop menurut gue adalah rumah dari berbagai macam kultur yang didalamnya banyak terjadi eksplorasi dan evolusi pun mengajarkan untuk fight dalam mencari kehidupan yang lebih baik atau kenyamanan. 

Siapa/Grup Apa Saja yang menginspirasi Anda dalam bermusik? Dan juga memberi asupan ketika membuat Lirik lagu?

Ngga ada yang spesifik ya. Gue denger siapa aja yang kebetulan menarik buat gue. Ga melulu hip hop tapi bisa dari genre musik lain. Untuk lirik lagu bisa dari mana-mana, tapi mostly kalau dalam keadaan tersakiti, lirik yg gue bikin bisa lebih lancar.

Lebih nyaman membuat lirik dengan menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Indonesia?

Saat ini gue sedang explore di Bahasa Inggris. Karena dua album gue sudah menggunakan bahasa Indonesia, sekarang gue mau menantang diri sendiri untuk bikin dalam bahasa Inggris.

Pesan apa yang ingin diutarakan kepada khalayak yang mendengarkan lagu-lagu Yacko?

Bukan pesan sih sebenernya, tapi lebih sekedar bercerita apa yg gue rasain. Gue ngga mau menggurui, lirik-lirik semuanya tentang ekspresi gue aja. Seperti “Sound of Revolution” itu bercerita tentang bobroknya wakil rakyat kita, “Drop The Beat Down” tentang moshing pit, “All Nite Long” tentang empowerment, dan “Ink & Paint” bercerita tentang street arts dan tattoo scene. 

Pertanyaan terakhir, apa pesan kamu untuk para pembaca kami?

Keep nodding your head!



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *