fbpx
banner

Harlan Boer Merilis Double Album “Fidelitas Cinta” Dalam Bentuk Mixtape

8 Juni 2020 | Musik
Harlan Boer - Fidelitas Cinta

Di masa pandemi, ada baiknya memilih untuk di rumah saja, hal ini membuat penulis dan pemusik “free pop” Harlan Boer merilis 20 tracks yang dikemas dalam double album berjudul “Fidelitas Cinta”. Memainkan bermacam musik: pop, post-punk, anti-folk, hip-hop, downtempo, dangdut, free jazz, hingga avant-garde, yang kesemuanya bersuara lo-fi, “Fidelitas Cinta” sepenuhnya dikerjakan di rumah dengan segala keterbatasannya. Keterbatasan yang dimaksud dimulai dari persiapan komposisi yang memanfaatkan ketersediaan peralatan musik di rumah.

“Saya hanya menggunakan beberapa alat musik yang ada di rumah: Gitar istri saya, harmonika yang dikasih teman saya, drum machine Roland keluaran 1987 yang sekitar dua tahun ini dipinjamkan oleh teman saya bersama adaptor yang agak menghasilkan noise, dicolok ke ampli bass Cort, glockenspiel, Casio SA-5, tambourine dan baby tambourine yang sudah agak rusak”, ungkap Harlan mendeskripsikan alat apa saja yang digunakan untuk double album ini.

Keterbatasan tidak berhenti sampai situ saja, pengaturan waktu dalam proses rekaman track termasuk di dalamnya. Harlan tidak menggunakan software untuk merekam di laptop, juga tanpa mikrofon yang layak. Ia merekam seluruh track secara langsung dengan handphone yang ia miliki. Merekam seorang diri dengan handphone tentu memberi konsekuensi batasan pada rancangan aransemen musiknya.

Saat proses rekaman, posisi kamar Harlan berada di lantai di rumahnya, membuat suara musik dan vokal mudah menyebar ke mana-mana hingga ke lantai bawah yang dihuni anak dan mertua, juga rumah tetangga. Untuk meminimalisir kebisingan dengan harapan tidak terlalu mengusik mereka, Harlan perlu mengatur waktu rekaman seefisien mungkin. Semakin lama waktu rekaman, semakin lama potensi orang-orang bisa terganggu. Dan tentu saja, tak ada rekaman yang terlalu malam.

Baca Juga:  The Used, Snow Patrol dan Prophets of The Rage Ramaikan Hodgepodge Superfest 2019

Harlan bisa dibilang adalah penyanyi yang tidak pandai bernyanyi, dan multi-instrumentalis yang tidak mahir bermain alat musik. Pendekatan karya musiknya seringkali sangat mengedepankan ekspresi, momentum, dan rasa dibanding keahlian memainkan alat. Harlan menjelaskan satu waktu dalam proses rekamannya yang hampir selesai, lalu anaknya masuk ke kamar dan mengajak dirinya mengobrol. “Juga pernah pas hujan lebat, jadi sekalian saja saya rekaman sebuah lagu, supaya suara hujan masuk ke dalam rekaman”, ungkap Harlan ketika momentum begitu penting dalam proses penggarapan album.

Era pandemi, di mana kita didekatkan pada ketidakpastian, selalu berjaga-jaga, berbagai kesulitan domestik, perjumpaan yang perlu ditunda bahkan untuk bertemu orang-orang terdekat, pendapatan menurun, dan ramainya keluhan-keluhan. Segala batasan tersebut yang menjadi tema komposisi track pada double album “Fidelitas Cinta” Lagu-lagu berbicara tentang jarak dan pertemuan, pekerjaan yang hilang, siasat bertahan hidup, hiburan pada masa pandemi, juga merancang pola ke depan. Singkatnya, tentang segala adaptasi kita—sebagai manusia, individu dan bersama-sama.

Baca Juga:  Menjadi "Insomnia" di Single Terbaru Gabriela Fernandez

Harlan tidak hanya bicara tentang dirinya, melainkan dilebur juga dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Beberapa dengan kata-kata, beberapa dengan instrumen. Secara musikal, penggarapan album ini dipengaruhi di antaranya; The Cure, Talking Heads, Beastie Boys, The Undertones, Daniel Johnston, Bob Dylan, Koes Plus, dan Rhoma Irama. Seluruh track dikomposisi pada Mei 2020, kecuali lagu Batu Ambulan, dengan pengaruh musik dari Herbie Hancock, Ornette Coleman, dan Miles Davis, dikomposisi pada September 2019.

Lagu ini rencananya juga akan dirilis video musiknya di waktu yang bersamaan yang dikerjakan oleh Mahardika Yudha. Lagu Meredam Keruh sebagian telah ditulis sekitar Agustus 2019, dengan pengaruh musik dari New Order, Pet Shop Boys, dan James. Sedangkan lirik Fidelitas Cinta berasal dari puisi Harlan berjudul sama, yang rencana penerbitan bukunya ditunda karena pandemi Covid-19.

Album ini dirilis dalam format mixtape online yang berawal dari ajakan VJ>Play untuk salah satu section di play.visualjalanan.org. Alasannya, “Karena saya tidak biasa menyimpan lagu di komputer, kecuali master album-album saya sebelumnya, jadi saya pikir, rekam saja lagu-lagu baru. Jadinyasekalian merilis album baru.” Dan memilih Hauritsa sebagai pembuat artwork double album ini.