fbpx
banner

Gagal Bersaing dengan Netflix, HOOQ Gulung Tikar

28 April 2020 | Film
HOOQ

HOOQ dikabarkan akan tutup pada tanggal 30 April 2020 mendatang. Penutupan perusahaan layanan streaming ini merupakan kelanjutan dari kebijakan likuidasi yang dilakukan oleh manajemen HOOQ dan investor pada akhir Maret 2020.

Informasi terkait penutupan HOOQ dikonfirmasi oleh Country Head HOOQ Indonesia, Guntur Siboro. Menurut Guntur rencananya HOOQ akan ditutup pada tanggal 30 April 2020 mendatang.

“Rencananya begitu (tutup tanggal 30 April 2020) untuk memberikan waktu bagi pelanggan masih menikmati sekitar sebulan sejak pengumuman likuidasi HOOQ,” kata Guntur dikutip dari siaran pers.

Penutupan perusahaan ini terkait keputusan likuidasi perusahaan yang dilakukan oleh manajemen HOOQ dan pemegang saham. Guntur menyatakan jika likuidasi telah diajukan pada  tanggal 27 Maret 2020 kemarin. Artinya sejak akhir Maret, HOOQ tidak lagi menambah jumlah pengguna.

“Pemegang saham HOOQ sudah filing likuidasi HOOQ di Singapura pada 27 Maret 2020 dan sejak itu sudah tidak ada charging bagi pelanggan existing dan tidak ada aktivasi pelanggan baru,” tambah Guntur.

Baca Juga:  Daftar Lengkap Nominasi Oscar 2020

Sebelumnya, kabar HOOQ akan segera bubar atau melakukan likuidasi perusahaan telah diketahui media. Menurut laporan dari Reuters, keputusan likuidasi yang diambil HOOQ karena tidak mampu bersaing dengan perusahaan seperti Netflix yang terus berkembang di pasar Asia Tenggara.

Dan lagi, laporan HOOQ yang akan segera bubar diperkuat dengan pendapatan perusahaan yang kabarnya tidak sesuai target, sehingga tidak bisa menutup biaya produksi yang dikeluarkan.

HOOQ sendiri adalah perusahaan yang berdiri pada tahun 2015. Perusahaan tersebut dibangun oleh beberapa perusahaan yaitu Singapore Telecommunication (Singtel), Sony Pictures Television, dan Warner Bros Entertainment.

Hingga Januari 2020, HOOQ sudah meraup lebih 80 juta pengguna yang berlokasi di Filipina, Thailand, India, Singapura, serta Indonesia.