fbpx

‘Fireflies in the Sun’ Raih Puncak Box Office di Tiongkok

22 Desember 2021 | Film

‘Fireflies in the Sun’ mendapat sambutan hangat penonton sejak debutnya pada 17 Desember 2021. Dilansir dari Variety, film ini berhasil meraup pendapatan sebesar $54,2 juta pada penayangan perdananya.

Sementara itu, film terdahulunya, ‘Sheep Without a Shepherd’ sukses meraup 1,33 miliar yuan pada akhir 2019, mengalahkan film epik Hollywood, ‘Star Wars: The Rise of Skywalker’ yang menempatkannya sebagai top box office terakhir di pasar film China sebelum pandemi COVID-19 menutup bioskop di seluruh dunia.

‘Fireflies in the Sun’ juga merupakan adaptasi dari film Nick Cassavetes berjudul ‘John Q’ (2002).

Mengusung genre thriller-psychological, ‘Fireflies in the Sun’ menggambarkan kisah kehidupan sebuah keluarga miskin dan perjuangan seorang ayah untuk menyelamatkan hidup putranya.

Film produksi Wanda Pictures ini menyoroti isu penting di mana biaya medis yang tinggi merupakan sumber utama ketidakpuasan sosial, juga memberikan penekanan besar tentang hubungan keluarga.

‘Fireflies in the Sun’ menampilkan sederet bintang populer seperti Xiao Yang, Simon Yam dan Janice Man.

Baca Juga:  Miles Films Akan Produksi Petualangan Sherina 2

Di sisi lain, film berlatar masa Perang Korea, ‘The Battle at Lake Changjin’, akhirnya turun dari lima besar box office China untuk pertama kalinya sejak debutnya pada 30 September lalu. Film ini disebut-sebut telah menjadi film terlaris sepanjang masa di Tiongkok setelah hampir dua bulan dirilis dengan mengumpulkan $890 juta dalam penjualan tiket, menggulingkan ‘Wolf Warrior 2’ (2017) sebagai film terlaris di China yang pernah ada.

Menempati urutan kedua, sebuah animasi keluarga produksi Cheeering Times Media, berkisah tentang seorang anak laki-laki dan sekelompok temannya yang bermimpi memenangkan kompetisi barongsai terbesar di negara itu dengan bantuan seorang mantan penari bintang, ‘I Am What I Am’, dibuka dengan pendapatan $7,5 juta.

Di tempat ketiga, film blockbuster Emperor Motion Pictures, ‘Schemes in Antiques’, berhasil meraup $61,6 juta sejak rilis perdana pada 3 Desember lalu. Diadaptasi dari novel dengan judul yang sama, film ini bercerita tentang perselisihan dalam lingkaran peninggalan budaya yang disebabkan oleh kembalinya kepala Buddha Dinasti Tang dari keluarga Kido, Jepang. ‘Schemes in Antiques’ dibintangi oleh aktor Ge You bersama dengan  Lei Jiayin, Xin Zhilei dan Li Xian.

Baca Juga:  365 Dni, Fifty Shades Of Grey Ala Polandia

‘Crossing the Yalu River’, sebuah film produksi China Media Group menempati urutan keempat box office China. Dibintangi oleh Mao Zedong dan Sun Weimin, ‘Crossing the Yalu River’ memberikan penghormatan kepada tentara Chinese People’s Volunteer (CPV), yang telah berjuang dalam perang dengan menunjukkan keberanian, patriotisme, serta pengabdian mereka.

Disutradarai oleh Liu Xunzi Mo, ‘Be Somebody’, berada di urutan kelima dengan total pendapatan $139 juta setelah 39 hari di bioskop. Film ini berkisah tentang sekelompok pembuat film yang terjebak di sebuah rumah besar tempat mereka mencoba membuat drama kriminal.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *