fbpx
banner

Farid Stevy Mengisi Physical Distancing dengan Distancing Festival Selama 120 Jam

2 Mei 2020 | Seni
Distancing Festival, Farid Stevy 120 Jam

Situasi Physical Distancing direspon oleh beberapa orang dengan cara-cara kreatif. Salah satunya adalah kegiatan yang dilakukan Farid Stevy, seorang pekerja kreatif yang berdomisili di Jogja. Berlangsung selama 5 hari, tertanggal 22 hingga 26 April 2020, Farid Stevy berhasil menggelar “Distancing Festival, Farid Stevy 120 Jam”. Kegiatan ini merupakan festival daring pertama yang berhasil digelar di saat pandemi.  Farid melangsungkan berbagai kegiatan kreatifnya lewat moda online seperti web, instagram, youtube, dan zoom.

Di saat pandemi, banyak ditemui kegiatan-kegiatan baru yang dilakukan oleh para pekerja kreatif secara daring, seringkali lebih spontan dengan tujuan refreshing, seperti menyapa teman-teman dan para penggemar. Farid Stevy punya cara sendiri, tak hanya sekadar berbagi aktivitas secara live, ia justru menggelar berbagai program dengan lebih detail dan terstruktur. “Saya melihat banyak teman-teman yang melakukan kegiatan solidaritas penanganan corona, saya respect sekali, namun saya juga ingin menawarkan, bikin festival juga bisa loh, dan mari kita bisa turut berbagi bersama,” terang Farid. Gagasan tersebut berhasil dilaksankan Farid dalam berbagai program seperti Art Making, Live Talks, Creative Class, Affordable Art dan Creative Challenge & Competition.

Dimulai dari Creative Class, program kelas kreatif dipandu langsung oleh Farid Stevy secara santai dan interaktif. Berbagai kelas dilangsungkan seperti Band Branding, Art Mechandising, Personal Branding, dan Lyric Writing melalui aplikasi zoom. Salah seorang peserta kelas Titah AW memberi komentar bahwa “Ternyata kelas daring lebih tertib, jadi ndak ada yang jowal-jawil minjem polpen atau nyuri cemilan.”

Art Making, Farid Stevy menyelesaikan 4 karya gambar yang ia unggah instagram @faridstevy dan dilelang kepada penawar tertinggi. Semua karya terjual dan terkumpul dana sebesar Rp4.425.000,00. Jumlah seluruhnya disumbangkan melalui berbagai akun solidaritas penanganan wabah COVID-19, diantaranya Peradaban Berbagi, BEM UPD, Hampers for Charity, Dapur Aksi Berbagi, dan Jogja Lawan Corona. Selain sebagai bentuk solidaritas dan upaya kontribusi sosial, program ini merupakan kampanye Farid dalam ranah seni rupa bahwa seni itu mudah dan siapapun bisa mengoleksi karya seninya.

Baca Juga:  Toko Buku Liong Jilid III "Sebuah Penciptaan Tubuh" Telah Dirilis

Talkshow, dipandu oleh Farid Stevy berhasil mengundang para narasumber kreatif yang juga teman dekat Farid, diantaranya  Ace of Decade; Ari Wulu, Adin Hysteria, Tatuk Marbudi, dan teman-teman dari 11 Kota JOGLOSEMAR, Bimacho, Iga Massardi, Dendy Darman, Ican Harem, Adit Bosborot, Rio Dewanto, Jimi Multhazam, dan Jason Ranti. Adapun daftar tamu yang tak termuat dalam publikasi, namun memberi kejutan tersendiri, seperti Luna Maya dan Chicco Jerikho. Gelar wicara memuat beragam topik perbincangan, dari informasi mutakhir para narasumber di masa menjalai pandemi, obrolan-obrolan kreatif dari masing-masing tamu yang menghasilkan gagasan menarik, ide segar, juga terjadi kolaborasi performance

Program Talk Show terdokumentasi dan bisa diakses publik melalui laman YouTube.

Lalu, Memutar CD Band Teman, Farid Stevy kerap menerima karya musik berupa CD, selama acara berlangsung ia berbagi dengar beberapa daftar musik koleksinya. Selain sebagai apresiasi karya, aktivitas tersebut juga membantu promosi para teman-teman musisi. Beberapa karya musik dibuat oleh band yang sudah tidak eksis atau bubar menjadi nostalgia tersendiri. Kemudian Challenge & Competition, program partisipatif yang diikuti melalui platform social media @distancingfestival dan @faridstevy. Beragam Challenge menjadi cara seru dalam merayakan Distancing Festival, seperti, TikTok Challenge, Mendadak Studio, Friday Drawing dan Distancing Festival yang lebih bersifat menghibur.

Baca Juga:  Drive-in Cinema Segera Hadir di Jakarta

Friday Drawing, program berbagi karya dan memuat obrolan kreatif di seputar seni rupa bersama Iwan Effendi dan Hendra Hehe. Kegiatan ini mengajak kawan-kawan berbagi karya. Salah satu karya seni yang dibuat Hendra Hehe selama acara berlangsung berhasil dilelang dan terjual seharga Rp550.000,00. Pendapatan yang diterima kemudian disumbangkan pada kelompok rentan covid melalui organisasi Gerakan Lumbung Padi Ijol-ijolan.

Guneman Talks, kegiatan ngobrol tanpa tujuan, membicarakan tema yang biasa-biasa saja, kesana kemari tanpa keuntungan. Selama 5 hari festival berlangsung, Program ini tampil sebanyak 4 edisi dengan menghadirkan beberapa tamu, diantaranya Vindra Diratara,Bhagavad Sambadha, Wawan ABK, dan Donum Theo. 

Acara terdokumentasikan dan bisa di akses publik di laman Youtube.

Terakhir, Live Jamming, melengkapi perayaan Distancing Festival; Farid Stevy 120 jam, program ini mengundang bintang tamu Roby Setiawan. Keduanya, bersama Farid Stevy, melantunkan tembang-tembang FSTVLST dalam versi akustik. Momen ini mengobati kerinduan pada panggung FSTVLST.

Serangkaian program terlaksana dalam festival daring “Distancing Festival; Farid Stevy 120 Jam”, membuktikan bahwa Proyek Farid Stevy bisa  melakukan cara-cara baru dalam menyelenggarakan dan merayakan festival. Acara berlangsung tanpa mengurangi semangat dan antusiasme, baik para partisipan maupun pemirsa. Menyelenggarakan festival daring di masa pandemik justru lebih membuat para pihak yang terlibat menjadi lebih kreatif, tertantang, inspiratif, produktif dan solutif.

Distancing Festival yang berhasil digelar membuat penggagas acara, Farid Stevy, berkeinginan memperpanjang masa festival tersebut, “kita perpanjang jadi 2 minggu yok, ya ya ya” tutupnya.