fbpx
banner

Fakta Unik Tentang Salah Satu Sepeda Termahal di Dunia, Brompton

23 Juli 2020 | Gaya Hidup
Sepeda lipat Brompton

Sepeda lipat Brompton akhir-akhir ini sendang menjadi bahan pembicaraan publik. Dimulai dari kasus Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara diketahui membawa sepeda lipat itu secara ilegal di dalam pesawat baru pesanan perusahaan plat merah itu bersama dengan sparepart Harley Davidson yang berujung Menteri BUMN Erick Thohir resmi memberhentikan Ngurah Askhara yang menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia sejak September 2018 silam itu.

Brompton sendiri adalah salah satu merek sepeda terkenal di dunia. Menurut situs resmi mereka, sepeda ini dirancang pertama kali pada 1975 oleh Andrew Ritchie di South Kensington, London, Inggris.

Saat itu, desain awal sepeda ini masih cukup kasar tetapi lipatannya rapi, nyaman dan simpel. Belakangan sepeda lipat ini menemukan desain terbaiknya dan menjadi merk global pada 2011 silam.

Selain itu, Brompton juga memproduksi sepeda lipat listrik. Bobot baterai (2,9kg) terpisah dengan sepeda listrik (13,7kg) sehingga mudah dibawa, bahkan ditenteng sekalipun.

Baca Juga:  Beabadoobee Rilis Single "Worth It"

Harga sepeda lipat ini dapat dibuat khusus sesuai spesifikasi yang diinginkan pengguna. Konsumen dapat memilih dari beragam warna, opsi persneling, sadel, dan aksesorisnya. Pesanan khusus tersebut dirakit dalam waktu 6-8 minggu.

Untuk spesifikasi terendah atau paling murah harga sepeda lipat Brompton sekitar 900 Poundsterling atau sekitar Rp16.606.054. Sedangkan harga sepeda lipat tipe S2L-X Black Edition Gloss Titanium di Indonesia dibanderol Rp53.500.000.