fbpx

Everyday Is a Lullaby, Film Indonesia yang Tembus Busan International Film Festival 2020

2 November 2020 | Film
Everyday Is a Lullaby, Film Indonesia yang Tembus Busan International Film Festival 2020

Beberapa tahun belakangan, semakin banyak film Indonesia yang ditayangkan di festival film internasional. Kini, ada satu lagi film Indonesia berhasil lolos seleksi Busan International Film Festival (BIFF) 2020, yaitu Everyday Is a Lullaby. Film keempat yang disutradarai oleh Putrama Tuta ini menjadi satu-satunya film Indonesia yang akan tayang di festival tersebut.

Naskah skenario film ini ditulis oleh Ilya Sigma, diproduseri oleh John Badalu dan diproduksi oleh The United Team of Art (TUTA) Films. Nantinya film tersebut akan diputar pada hari terakhir festival, tepatnya pada 30 Oktober 2020, dalam program A Window on Asian Cinema bersama 31 film Asia lainnya.

Film ini berkisah tentang seorang penulis dalam keadaan sekarat yang mencoba menulis karyanya, hingga menyadari bahwa dia telah mati dan hidup di dalam ceritanya. Bagi sutradara Tuta, film ini berbicara mengenai hubungan manusia dengan dirinya dalam melawan rasa takut dengan menggunakan imajinasi tanpa batas, serta mendobrak ruang dan waktu demi mencari jalan pulang yang terbaik.

Baca Juga:  Tak Ada yang Gila di Kota Ini Tembus Sundance Film Festival 2020

Everyday Is a Lullaby dibintangi oleh deretan aktor ternama, diantaranya Anjasmara Prasetya, Fahrani Pawaka Empel, Raihaanun, Aghi Narottama, Wulan Guritno, dan Deddy Sutomo. Film ini enggak direncanakan untuk rilis secara komersial dan hanya akan tayang di festival-festival film dalam dan luar negeri.

Sebelum Everyday Is a Lullaby, film Indonesia lainnya yang pernah tayang di BIFF, diantaranya Hiruk-Pikuk si Al-Kisah (2019), Sekala Niskala (2018), Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017), Kucumbu Tubuh Indahku (2019), dan 27 Steps of May (2019).