fbpx
banner

Diskoria Berkolaborasi dengan Dian Sastrowardoyo untuk Dukung Irama Nusantara Lewat Lagu “Serenata Jiwa Lara”

17 Maret 2020 | Musik

Kolektif musik Diskoria yang dikenal lewat penampilan duo DJ, Merdi Leonardo dan Fadli Aat, merilis sebuah lagu yang mereka dedikasikan untuk kampanye penggalangan dana Yayasan Irama Nusantara. Single bertajuk “Serenata Jiwa Lara” itu diciptakan bersama trio penulis lagu Lale, Ilman, Nino, dan dinyanyikan oleh Dian Sastrowardoyo.

Tentu ini menjadi single yang spesial. Selain dirilis untuk tujuan amal, kita jarang mendengar suara Dian Sastrowardoyo dalam sebuah lagu. Ide awal melibatkan Dian datang dari Diskoria, kemudian gagasan itu diteruskan oleh Nino kepada Dian.

“Membujuk Dian untuk ikut bernyanyi di sini bukan hal yang mudah. Untung saja beliau mau dan hasilnya menurut kami luar biasa. Kalaupun bukan yang pertama, saya rasa penampilan Dian di sini merupakan yang terbaik di antara produksi rekaman musik yang pernah Dian singgahi,” kata Anindyo Baskoro alias Nino, yang juga dikenal sebagai personel RAN.

“Serenata Jiwa Lara” menjadi single kedua Diskoria, setelah “Balada Insan Muda” yang dirilis pada 2019. Dua single ini akan dirilis secara fisik dalam format piringan hitam. Diskoria menyiapkan piringan hitam 12 inci yang dicetak terbatas sebanyak 10 keping. Sembilan keping akan dijual, dan satu akan dilelang. 

“Serenata Jiwa Lara” direkam dengan format band, melibatkan Merdi pada drum, Aat pada bass, Nino mengisi vokal, Lale pada gitar dan vokal, Ilman pada keyboard dan vokal, dan tentu saja Dian Sastrowardoyo pada Lead Vocals.

“Serenata Jiwa Lara bagi kami adalah sebuah “Perayaan” sekaligus “Pernyataan”. “Perayaan” adalah bagaimana kita bisa tetap menemukan “terang” di tengah suasana yang “redup”. Sedangkan “pernyataan” adalah kontribusi dari kami untuk berbuat sesuatu buat kemajuan musik Indonesia”, ungkap Diskoria. “Seluruh hasil komersial dari penjualan lagu ini akan kami sumbangkan kepada Yayasan Irama Nusantara, sebuah yayasan yang secara konsisten mengarsipkan musik Indonesia dari masa ke masa” tambah Diskoria.

Baca Juga:  Buka 2020, Rocket Rockers Rilis Ulang "Reaksi Rasa" dalam Versi Tropical Remix

Eksplorasi yang dilakukan Laleilmanino dalam single ini sangat kontras bila dibandingkan single perdana Diskoria, “Balada Insan Muda”. Terutama dari segi lirik. “Serenata Jiwa Lara” menceritakan tentang cinta tak sampai, namun disajikan secara “dancey“. Seolah memberi kita semangat bahwa hidup terus berlanjut dan patut dirayakan, daripada larut dalam kepedihan.

Dian Sastrowardoyo melihat proyek ini sebagai kolaborasi yang menyenangkan. Musik bukanlah hal yang baru bagi Dian. Semasa SMA, Dian dikenal aktif bermusik dan memiliki band. Alasan itu juga yang melandasi Diskoria berani meminang Dian.

“Menyanyi merupakan hobi bagi saya, dan saya bukanlah seorang penyanyi profesional serta tidak ada niat untuk berkarir di bidang musik,” kata Dian, “Saya mau terlibat di proyek ini karena good cause-nya dan juga bentuk apresiasi terhadap musik Indonesia dan teman-teman yang bekerja di dunia musik.”

Keterlibatan Diskoria dan Dian dalam proyek kolaboratif ini tentu tidak lepas dari misi Diskoria dalam mendukung Yayasan Irama Nusantara untuk dapat terus mengarsipkan musik Indonesia dari masa ke masa. Sejak 2013, Irama Nusantara telah mengarsipkan 41.328 lagu karya musisi-musisi yang pernah ada di Indonesia. Bahkan mereka memiliki arsip musik masa pra-kemerdekaan Indonesia dari era 1950-an. 

Baca Juga:  Joe Million Rilis 'Bombardir' dalam Bentuk Boxset

“Generasi mendatang kelak akan sangat berterima kasih pada yayasan ini, yang tanpa henti mengerjakan pendokumentasian musik Indonesia, yang seakan tak pernah diperhatikan, yang jika dibiarkan, nama-nama besar musisi kita akan pudar dimakan zaman dan tergilas musik-musik impor tanpa mengenal musisi hebat negerinya sendiri,” tutup Diskoria.

Serenata Jiwa Lara juga dirilis dalam format video musik dengan Anton Ismael sebagai sutradara. Selain itu,  gitaris White Shoes and The Couples Company yang juga dikenal aktif di dunia seni rupa, Saleh Husein, didaulat membuat artwork single ini dengan lukisan tangan.