fbpx
banner

Data Pengguna Instagram, YouTube dan TikTok Diretas

23 Agustus 2020 | Gaya Hidup
Data TikTok

Setelah sebelumnya di Indonesia sempat ramai setelah bocornya data pengguna Tokopedia, kali ini, sebuah laporan menyebutkan bahwa data pribadi pengguna TikTok, Youtube, dan Instagram dikabarkan bocor.

Data ini bahkan dikabarkan telah di jual di forum-forum dark web. Bahkan, data yang mereka tampilkan untuk dijual selalu berganti ketika data sebelumnya telah dilaporkan.

Peneliti dari Comparitech menemukan data-data personal dari pengguna Instagram, TikTok, dan Youtube mencapai 235 juta akun lebih. Penemuan ini didapatkan oleh para peneliti pada tanggal 1 Agustus silam.

Data tersebut termasuk beberapa kumpulan data yang terpisah. Sebagian besar, data berasal dari Instagram. Sementara data lainnya terdiri dari 42 juta data pribadi pengguna TikTok dan 4 juta profil Youtube.

Data ini bahkan juga berisi informasi pribadi seperti nomor telpon atau alamat email pengguna. Menurut editor dari Comparitech, Paul Bischoff, informasi yang telah didapatkan oleh hacker ini akan sangat berguna untuk para spammer dan cybercriminal yang menjalankan kampanye phishing dan lain sebagainya.

Setelah diteliti lebih lanjut, data personal itu ternyata dihimpun oleh sebuah perusahaan yang bernama Deep Social, sebuah aplikasi yang akhirnya dilarang oleh Facebook di tahun 2018 silam. Dalam pernyataannya saat itu, Facebook menyebutkan bahwa Deep Social telah mengorek informasi dan telah melanggar kebijakan privasi dari Facebook.

Baca Juga:  Ini Bedanya Pekerja Keras dengan Workaholic

Karena data yang didapatkan ini kemungkinan akan dipakai untuk merekayasa serangan phishing, pengguna dari TikTok, Youtube, dan Instagram diminta waspada. Karena mereka juga bisa menjadi korban serangan yang mirip dengan Twitter hack yang pernah terjadi sebelumnya.