fbpx

Cara Membuat Siaran Pers Yang Benar

3 Oktober 2020 | Gaya Hidup
Cara Membuat Siaran Pers Yang Benar

Mungkin banyak dari kalian sebagai event organizer ataupun musisi yang merasa kesulitan untuk mendapat akses publikasi di media untuk event yang digelar ataupun pengulasan profile dari band.

Ada beberapa cara yang dapat dilaksanakan untuk mendapatkan publikasi di media, salah satunya adalah dengan membuat Press Release atau sering juga disebut dengan Siaran Pers. Namun tidak sedikit juga yang salah dalam membuat Press Release sehingga berita tersebut tidak termuat di media-media yang dituju.

Siaran Pers adalah naskah berita atau informasi yang dibuat oleh praktisi humas (Public Relations Officer) sebuah lembaga atau organisasi untuk dipublikasikan di media massa. Menulis press release pada dasarnya sama dengan menulis berita (news), seperti yang dilakukan para wartawan.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan press release

Struktur Naskah

Karakteristik dan struktur penulisan press release sama dengan menulis berita. Karakteristik siaran pers adalah memiliki “nilai berita” (news values), yakni aktual, faktual, penting, dan menarik.

Baca Juga:  Kenyamanan, Tren, dan Gaya, Menjadi Kesatuan Nyata dalam Nike Icon Clash

Struktur penulisan siaran pers hakikatnya sama dengan dengan struktur naskah berita:

  1. Head (judul)
  2. Dateline (baris tanggal)
  3. Lead (teras berita)
  4. News body (tubuh atau isi berita)

Format Siaran Pers 

Karena berasal dari lembaga formal, maka siaran pers umumnya juga formal. Ada format khusus dalam naskah press release, salah satunya seperti disarankan Media College sebagai berikut:

  1. Bagian atas naskah berisi “Untuk Disiarkan Segera” atau “Untuk Disiarkan Tanggal …”
  2. Headline atau judul, layaknya judul berita yang harus menggambarkan isi keseluruhan berita.
  3. Date line. Baris Tanggal. Berisi nama kota dan tanggal.
  4. Body konten atau isi, terdiri dari lead (teras) dan tubuh berita (body).
  5. Info Lembaga. Di bagian akhir naskah, cantumkan informasi tentang lembaga atau instansi yang mengirimkan rilis.
  6. Informasi kontak, setelah itu, di bawahnya dicantumkan nama dan alamat lembaga, nomer telpon, fax, email, website, termasuk CP (Contact Person) yang bisa dihubungi. (Contoh Rilis).
Baca Juga:  Lazada Indonesia Berkolaborasi dengan Pakuwon Group Jakarta, Hadirkan e-mall Pertama di Indonesia

Naskah Siaran Pers Sebaiknya:

  1. Ditulis dengan gaya penulisan berita.
  2. Jangan terlalu panjang – cukup satu lembar.
  3. To the point, langsung saja ke pokok masalahnya.
  4. Memenuhi unsur berita 5W+1H.
  5. Berikan lebih dari satu nomor kontak –nomor telpon kantor, kontak pribadi, HP, email, dan fax.
  6. Jika perlu, seratakan ilustrasi foto, tabel, atau grafik atau bahan pendukung lainnya.
  7. Tuliskan pada kertas berkop-surat sehingga benar-benar resmi.