fbpx
banner

Bottlesmoker Rilis Video Musik “Tortuga”, Lagu Tentang Kerusakan Alam

4 September 2020 | Musik

Setelah menggelar Konser Plantasia, konser musik untuk tanaman, Bottlesmoker merilis lagu “Tortuga” dalam format video. Lagu ini dijadikan sebagai single pertama untuk album ke-5 berjudul “Puraka”. “Tortuga” menceritakan tentang kondisi alam yang rusak. Bagi Angkuy & Nobie, alam khususnya hutan seharusnya menjadi rumah bagi manusia. Hutan sudah menjadi sumber kehidupan bagi kita semua dan selayaknya rumah, seharusnya kita bisa menjaganya dengan baik.

Lagu ini ditulis tahun 2019 ketika duo asal Bandung ini mempelajari tentang Forest Healing. Alam adalah bagian dari manusia, sebagian dari tubuh manusia dianggap memiliki hubungan yang personal dengan alam. Hubungan manusia dengan alam ini lah yang menjadi tema besar dari album “Puraka” nanti, dan “Tortuga” adalah bagian awal yang akan menjadi permulaan untuk Bottlesmoker mengeksplorasi energi alam pada musik.

Lagu “Tortuga” juga menjadi lagu pertama bagi Bottlesmoker yang memiliki lirik dan vokal yang ditulis sendiri. Melibatkan Esya Swasti Sukmatia yang mengisi vokal dengan notasi penggabungan dari beberapa budaya. Keunikan lain di lagu ini adalah penggunaan lirik dari bahasa Zufrasi, Bahasa buatan hasil cipta olah frasa Rully Shabara (Senyawa, Zoo, Setabuhan dll). Rully pun terlibat dalam penerjemahan lirik yang ditulis oleh Nobie.

Baca Juga:  Ini Daftar Pemenang Teen Choice Award 2019

Video musik “Tortuga” menggambarkan tentang 2 sisi yang tersirat, Ibu Pertiwi sedang bersedih dan menceritakan kegelisahannya kepada manusia. Video ini disutradarai oleh Ihsan Achdiat yang sudah sering bekerja sama dengan Bottlesmoker.

“Saya sangat senang sekali memiliki video musik yang melibatkan banyak orang dan mereka tergerak berdasarkan pesan baik yang ada di lagu ini. Semacam siklus yang bersumber dari saling terinspirasi” tutur Angkuy.

“Banyak hal yang terjadi di sekitar yang akhirnya masalah ala mini memiliki energi yang tinggi untuk saya tulis di lirik. Proses memahami lirik dari Bahasa Zufrasi ini akan melatih proses kita juga untuk mengerti kondisi alam di sekitar kita” Tutur Nobie.

“Tortuga” diambil dari Bahasa Spanyol yang berarti kura-kura. Dalam budaya Cina, kura-kura disimbolkan sebagai animal spirit dan memiliki umur panjang. Di beberapa suku, “Tortuga” dijadikan sebagai personifikasi untuk “Mother Earth”. Semoga lagu dan video “Tortuga” bisa memberikan energi bagi manusia untuk kembali ke hutan, atau hutan yang datang ke kota dan terus menjaga keseimbangan hidup.