fbpx

Berkolaborasi dengan Rhesa Aditya, Gabriela Fernandez Rilis “Insomnia Song”

22 Oktober 2020 | Musik
Gabriela Fernandez

Tak lama setelah Hari Kesehatan Mental diperingati, Gabriela Fernandez merilis official video clip dari lagunya yang berjudul “Insomnia Song”, single terbarunya yang dirilis di awal terjadinya pandemi ini.

Menurut Gabriela, lagu ini tidak hanya bicara tentang insomnia saja. Lagu ini menceritakan tentang pikiran-pikiran yang terlalu banyak (overthinking), rasa bersalah, kekhawatiran dan kecemasan akan masa depan, yang sebenarnya bisa dilatih dengan mindfulness atau berlatih disini dan kini. Namun dalam lagu ini, Gabriela ingin mengajak semua yang mengalami hal yang sama, untuk menertawakan saja dahulu keadaan mentalnya saat ini. Dengan melakukan hal itu, kita dapat menerima kondisi kita saat ini, atau dapat mengatakan, “it’s okay not to be okay”.

Yang spesial dari video clip “Insomnia Song” ini adalah kehadiran Rhesa Aditya, bassist dari Endah n Rhesa, sebagai idola Gabriela Fernandez dan inspirasinya dalam pergerakan musik indie. Baginya, kolaborasi ini menjadi seperti sebuah impian yang menjadi nyata.

Gabriela Fernandez

“Ketika mas Rhesa menawarkan untuk mengisi bass di lagu ini, dan bersedia mengerjakan mixing mastering untuk lagu ini, aku senang sekali. Rasanya campur aduk, tidak tahu bagaimana lagi harus berterima kasih. Mas Rhesa dan Mba Endah orang-orang baik, mereka nggak segan mendukung musisi-musisi muda dengan berbagai cara,” ungkap Gabriela.

Baca Juga:  Benoa Rilis Video Musik "Hazel"

Yang dimaksudnya pula adalah bagaimana kedua idolanya ini mendirikan EarHouse sebagai komunitas yang hidup dan aktif di Pamulang, yang harapannya, dapat dilakukannya juga melalui Akarupa yang sedang dirintisnya. Ingin juga menyampaikan pesan bahwa berkarya tidak harus berhenti karena pandemi, video ini merupakan proyek jarak jauh antara Jogja-Pamulang, dimana semua dikerjakan dari rumah, dengan peralatan yang sederhana.

Selain itu, apabila video lirik sebelumnya menunjukkan proses pembuatan artwork visual oleh Gabriela, video kali ini mengangkat Raditya “Somay” Darmo, musisi dari Yogyakarta, yang membuat seluruh bunyi perkusi dari lagu ini. Uniknya, Raditya menggunakan barang-barang di sekitar kita untuk membuat bunyi-bunyian. Misalnya, menggesekkan rantai untuk membuat suara jangkrik, menggunakan wadah kuas untuk menirukan suara tokek, bahkan menggunakan kaleng bekas, sekop pasir, parutan roti, wadah tembakau, tempat dupa, bahkan charger bekas sebagai sumber bebunyian perkusinya. Ia menyebutnya “Rongsok”, karena kebanyakan menggunakan barang-barang bekas. Kreativitas ini dimunculkan dalam official video ini, terinspirasi oleh musisi Jacob Collier. Pembuatan video ini merupakan karya bersama dari Akarupa Production dan Gerry Neko, yang merupakan videografer dari Yogyakarta. Setelah berdiskusi bersama, saling bercerita tentang makna lagu dan beberapa filosofi di baliknya, jadilah video ini, dengan berbagai keunikannya.