fbpx
banner

Banikata Rilis Single “Romantisasi Narasi”

11 September 2020 | Musik
Banikata

Christofer Emmanuel adalah sosok dibalik Banikata. Ia memulai kiprahnya di belantika musik Indonesia melalui perilisan single “Semarang Senja”. Dengan bantuan beberapa teman semasa SMA dan Kuliah, ia menghidupkan kembali rasa cintanya kepada Semarang dengan merilis ulang “Semarang Senja”, sebuah lagu yang pernah direkamnya semasa kuliah, medio 2014 silam. Lagu ini juga tidak lepas dari tangan dingin Gian Van Den Bos (Red Voqus) sebagai produser dan direkam serta dipoles oleh Dimas Pradipta dari Sum It! Studio serta dituangkan melalui visualisasi yang khas dari Mikael Aldo (Sun Eater).

Dalam kesehariannya, Ia juga berprofesi sebagai jurnalis di sebuah stasiun televisi swasta. Namun kecintaannya terhadap musik memang tidak bisa sirna begitu saja. Dalam penulisan lagu ini, Christofer memilih Banikata sebagai nama yang akan menjadi wadah untuk memuaskan hasrat seni nya. Banikata sesungguhnya terambil dari 2 suku kata, “Bani’, dan “Kata”. “Bani” yang memiliki arti “keturunan, penerus, anak-anak manusia” dan “Kata” yang memiliki arti harfiah sebagai alat untuk saling bertutur dan berkomunikasi. Banikata memiliki makna sebagai “penerus kata-kata”. Ini juga tidak lepas dari latar belakang Christofer sebagai lulusan Sastra Indonesia Universitas Diponegoro. Ia mulai tertarik dengan dunia literasi sejak duduk di bangku SMA. Melalui lirik-lirik yang Ia tulis, Ia ingin membagikan kisahnya kepada siapa saja yang mendengarkan musiknya. Kisah yang diangkat dalam setiap liriknya merupakan pengalaman pribadi, karena Ia percaya pasti ada orang diluar sana yang memiliki rasa atau pengalaman serupa, dan Ia ingin berbagi kisah itu. Karya-karya yang akan dirilis dalam waktu mendatang juga tak lepas dari rasa ingin berbagi.

Setelah merilis single pertamanya yang berjudul “Semarang Senja”, kini Banikata merilis single keduanya berjudul “Romantisasi Narasi”. Romantisasi Narasi, lagu ini mengisahkan seseorang yang terpenjara di dalam narasi yang diciptakan oleh orang lain. Beberapa dari kita masih sering terbelenggu oleh rantai yang tidak kasat mata. Rantai itu berupa narasi yang dituliskan oleh dunia tentang kita, yang terkadang belum tentu sesuai sejalan dengan hidup yang kita hadapi.

Baca Juga:  Menjalin Diskusi Musik Noise di Indonesia dalam Dischord Vol.1

Lagu ini ingin membawa pesan bahwa setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menghadapi dunia, jika apa yang mereka lakukan berbeda dengan caramu, maka hargailah dan jadikanlah itu sebuah keindahan dari beragamnya umat manusia. Tugas kita sebagai sesama hanyalah dengan membiarkan masing-masing manusia di sekitar kita untuk menulis narasi hidup mereka sendiri.

Setelah merilis single pertama yang berjudul “Semarang Senja”, Banikata telah mencapai 2K follower di Spotify dan 34.635 monthly listeners. Selain melalui Spotify, Banikata juga telah mendapat respon positif melalui kanal YouTube Banikata dengan 269 subscriber dan lagu Semarang Senja telah ditonton lebih dari 120 ribu kali.