fbpx
banner

Band Kolektif Suasanasabtupagi Rilis EP “Mammals”

23 September 2020 | Musik

Bukan hal yang aneh lagi jika Anoa Records selalu tak bisa menahan diri ketika menemukan satu band baru atau yang belum pernah diketahui keberadaannya, dengan materi yang terlalu bagus untuk diabaikan begitu saja. Sampai ketika di sebuah grup WhatsApp, dimana teman mereka memamerkan band lamanya, Suasanasabtupagi dengan lagu “Gotta Go Sailing”.

Lagu ini sebenarnya adalah single utama dari Suasanasabtupagi untuk EP “Mammals” yang telah dirilis 2016 silam. Namun itupun juga tanpa label, tanpa promo, dan hanya sekitaran lingkaran pertemanan yang tidak juga besar-besar amat. Sekejap, impulsif, label asal Jakarta ini merilis ulang kembali EP “Mammals” agar bisa didengar lebih luas dan lebih baik lagi dalam format digital.

Terbentuk pada tahun 2008, Suasanasabtupagi awalnya sekadar weekend music project, atau istilahnya band kolektif. Personil band ini sedikitnya 5 orang, dan terkadang bisa sampai 16 orang. Itupun juga tergantung kondisi di lapangan. Di setiap kesempatan, band ini bisa begitu cair mengikuti lineup yang selalu berbeda sesuai karakter lagu, khususnya jika berada di atas panggung. “Jika ada personil yang nggak bisa manggung kayak misal Iqbal (gitaris dan songwriter dan music engineer dari band ini) di Bintan, band ini selalu ada anggota yang bisa jadi cadangannya,” kata Toro yang menjadi basis di Suasanasabtupagi.

Baca Juga:  Dwiki Dharmawan Rilis Album Baru 'Rumah Batu'

EP “Mammals” adalah album EP indie rock yang mengingatkan pada band-band di medio 2000-an, seperti Broken Social Scene atau Feist. Dikerjakan selama dua bulan, dan direkam secara “kolektif” pula, di rumah para personil masing-masing. Terdiri dari enam lagu, EP ini menampilkan bagaimana cara mereka bisa meleburkan ide-ide berbeda yang alhasil tidak buruk malah colorful. Sebut saja track lagu Pornographer, Go Fishing dan Gotta Go Sailing, menjadi lagu yang menarik di EP ini.

Suasanasabtupagi adalah band kolektif dari nama-nama dibawah ini sejak awal berdiri:

Iqbal Sardadi /guitar/I.T/designer (2010), Nana Christian /drum/bass/guitar (2010), Ivan Jasadipura /vocal/designer (2010), Danu Witoko /bass (2010), Harya Bimantoro /drum/bass/guitar/keyboard (2010), Ryandi Sulistyo /bass (2010), Opet /drum (2010), Rega Ayundya /trumpet (2011), Putriani Mulyadi /Guitar/Vocal/Songwriter (2011), Dhani Siahaan /drum (2012) , Alfred Yap /bass (2012), Ricky Setiadi /guitar/bass/dancer (2013), Eka Budhi Irawan /bass (2013), Tampan Destawan Subagyo /guitar/designer (2014), Dimas Radhitya /consumtion & medic/event organizer/designer (2014), Mulyadi Witono /drum/Fim director (2014), Aik Kharisma /keyboard/synth (2014), Abel Laksono /crowd control/guitar (2014), Toro Elmar /bass/designer/(2014), Timothy Elbe /future guitarist/Video editor (2014), Cempaka Surakusumah /vocal/ukulele/pianika/xylophone/designer (2015), Popo Mangun /Drum (2016), Sadewo Diwangkoro /Bass (2019), Yongki /Vocal (2019).

Baca Juga:  Efek Rumah Kaca Rilis Dua Lagu Baru Jelang Synchronize Fest 2019